Web Mahkamah Agung: Fitur dan Cara Akses Layanan

- 1.
1. “Putusan Pengadilan udah keluar belum, ya? Kok gak ada notif kayak GoFood?” — tenang, kita gak perlu nebak-nebak kayak horoskop jodoh!
- 2.
2. Mana web resmi Mahkamah Agung? — jangan sampe salah klik, nanti malah masuk iklan judi online!
- 3.
3. Cara melihat putusan Pengadilan — dari tingkat pertama sampai kasasi, semuanya tercatat!
- 4.
4. Bagaimana saya bisa melihat kasus Mahkamah Agung? — bukan cuma buat pengacara senior, tapi buat siapa aja!
- 5.
5. Tabel perbandingan: Platform digital MA — mana buat apa? Jangan sampe salah masuk kayak ke toilet lawan jenis!
- 6.
6. Apakah putusan Pengadilan bisa diakses? — iya, tapi ada syarat & batasannya!
- 7.
7. Putusan MA apakah sudah final? — iya, tapi ada satu “pintu belakang” yang jarang dibuka
- 8.
8. Tips pro: Cara cari putusan cepat tanpa ribet — ala pengacara yang gak mau buang waktu!
- 9.
9. Error & kendala umum: “Halaman tidak ditemukan”, “PDF rusak”, atau “Server sibuk” — jangan panik!
- 10.
10. Eksplorasi lanjutan: Simpen link ini kayak simpen nomor tukang bakso langganan!
Table of Contents
web mahkamah agung
1. “Putusan Pengadilan udah keluar belum, ya? Kok gak ada notif kayak GoFood?” — tenang, kita gak perlu nebak-nebak kayak horoskop jodoh!
“Mas, aku nunggu putusan cerai dari bulan puasa kemarin — udah lebaran, udah masuk sekolah, eh… gak ada kabar sama sekali. Apa hakim lagi *offline* kayak WhatsApp mantan?” — gitu keluh Bu Lina dari Kediri, sambil *nyeduh* kopi tubruk pake air galon. Santai, Neng! Di era digital, kamu gak perlu datang ke Pengadilan buat *mengintip* putusan kayak *ngintip* dapur tetangga. Semua bisa dilacak lewat web mahkamah agung — atau lebih tepatnya, lewat **SIPP** (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) dan **Direktori Putusan MA**. Bayangin kayak *tracking* paket Shopee: ada nomor, ada status, ada estimasi — cuma bedanya, ini bukan *barang*, tapi *kepastian hukum*. Dan yang paling penting: semuanya **gratis**, tanpa bayar “ongkir” atau “biaya admin” — karena web mahkamah agung itu milik rakyat, bukan startup berbayar.
2. Mana web resmi Mahkamah Agung? — jangan sampe salah klik, nanti malah masuk iklan judi online!
2.1. Mahkamah Agung RI: pintu utama info & layanan
Web resmi satu-satunya: https://www.mahkamahagung.go.id. Ini *bukan* .com, bukan .net, apalagi bukan .xyz — ini domain **.go.id**, milik negara, dijaga ketat kayak brankas bank. Di sini kamu bisa: ✅ Cari berita resmi (putusan penting, PERMA baru), ✅ Unduh peraturan (UU, KMA, PERMA), ✅ Akses *link* ke sistem digital (SIPP, e-Court, Direktori Putusan), ✅ Cek profil hakim agung & struktur organisasi. Yang sering kelewat? Di bagian bawah halaman utama, ada *quick link* ke **SIPP Nasional** dan **Direktori Putusan** — itu *pintu emas*-mu buat lacak perkara. Jadi, jangan cuma liat *banner* berita — *scroll* ke bawah, kayak *scroll* timeline medsos cari konten bermanfaat. Karena web mahkamah agung itu bukan cuma *website*, tapi *peta navigasi* buat warga negara yang melek hukum.
3. Cara melihat putusan Pengadilan — dari tingkat pertama sampai kasasi, semuanya tercatat!
“Putusan Pengadilan Agama Bandung itu di mana? Apa harus minta surat keterangan ke panitera?” — tanya Pak Joko dari Cirebon sambil geleng-geleng. Nggak perlu! Ini *roadmap*-nya:
- Tingkat Pertama (PN/PA) → Cek di SIPP (sipp.mahkamahagung.go.id) — masukin nomor perkara atau nama pihak.
- Tingkat Banding (PT) → Masih di SIPP — pilih Pengadilan Tinggi yang berwenang.
- Tingkat Kasasi (MA) → Cek di Direktori Putusan MA (putusan3.mahkamahagung.go.id) — butuh nomor registrasi kasasi.
Fakta menarik: **81%** putusan Pengadilan Agama sejak 2020 sudah terunggah di SIPP — artinya, dari 10 perkara, 8-nya bisa kamu lacak *real-time*. Jadi, web mahkamah agung itu bukan cuma arsip — tapi *jendela transparansi* yang terbuka lebar. Tinggal kamu yang mesti *klik*, bukan *nebak*.
4. Bagaimana saya bisa melihat kasus Mahkamah Agung? — bukan cuma buat pengacara senior, tapi buat siapa aja!
Mitos: “Direktori Putusan MA cuma buat profesor hukum.” Fakta: **siapa aja bisa akses** — asal tahu caranya. Ini langkahnya:
- Buka putusan3.mahkamahagung.go.id,
- Pilih jenis perkara (Perdata, Pidana, Agama, Tata Usaha Negara),
- Masukkan: - Nomor registrasi kasasi (misal: 123 K/Pdt/2025), - atau Nama pihak + Tahun + Kata kunci (misal: “cerai”, “waris”),
- Klik “Cari” — langsung muncul daftar putusan (PDF scan asli, lengkap dengan tanda tangan hakim).
Yang sering bikin gagal? Salah format nomor — misal nulis “123/K/Pdt/2025” (pakai garis miring), padahal sistemnya butuh **123 K/Pdt/2025** (spasi, bukan slash). Jadi, web mahkamah agung itu *user-friendly* — asal kamu baca petunjuknya kayak baca resep *opor ayam emak*: pelan-pelan, jangan buru-buru.
5. Tabel perbandingan: Platform digital MA — mana buat apa? Jangan sampe salah masuk kayak ke toilet lawan jenis!
Kami buat panduan simpel biar gak bingung — karena bedanya krusial:
| Platform | URL | Fungsi Utama | Akses Publik? |
|---|---|---|---|
| Situs Utama MA | https://www.mahkamahagung.go.id | Berita, peraturan, profil, link ke layanan | ✅ Ya |
| SIPP Nasional | https://sipp.mahkamahagung.go.id | Lacak perkara di PN/PA/PT (tingkat I & II) | ✅ Ya |
| Direktori Putusan | https://putusan3.mahkamahagung.go.id | Cari & unduh putusan MA (kasasi/PK) | ✅ Ya |
| e-Court | https://ecourt.mahkamahagung.go.id | Daftar perkara online | ✅ Ya |
| e-Litigasi | https://elitigasi.mahkamahagung.go.id | Sidang & komunikasi prosesual online | ✅ Terbatas (pengacara/hakim) |

6. Apakah putusan Pengadilan bisa diakses? — iya, tapi ada syarat & batasannya!
Jawaban: **bisa**, tapi dengan catatan. Menurut PERMA No. 1/2019 tentang Keterbukaan Informasi, putusan pengadilan *wajib diunggah* ke SIPP/Direktori Putusan — **kecuali**: ✅ Perkara anak (UU No. 11/2012), ✅ Perkara KDRT berat (atas permohonan korban), ✅ Perkara rahasia negara, ✅ Perkara yang mengandung data pribadi sensitif (bisa di-*redact*). Data MA 2025: **76%** putusan PN/PA sudah terpublikasi dalam 14 hari sejak dibacakan — naik dari 42% di 2020. Artinya: transparansi makin terbuka, tapi tetap menjaga privasi. Jadi, kalau kamu gak nemu putusan di web mahkamah agung, bisa jadi: (1) belum diunggah (tunggu 7–14 hari), (2) masuk kategori rahasia, atau (3) salah cari — coba ganti kata kunci, atau tambah tahun perkara. Karena *akses* itu hak, tapi *akal* juga perlu.
7. Putusan MA apakah sudah final? — iya, tapi ada satu “pintu belakang” yang jarang dibuka
“Kalau MA udah putus, berarti udah selesai? Gak bisa diganggu gugat lagi?” — pertanyaan klasik! Jawabannya: **ya, putusan MA itu final & mengikat** — artinya: ✅ Tidak bisa diajukan banding/kasasi lagi, ✅ Harus dilaksanakan (eksekusi), ✅ Jadi dasar hukum tetap (misal: akta cerai, SHM). Tapi… ada satu celah: **Peninjauan Kembali (PK)**. Ini bukan upaya hukum biasa — tapi *upaya luar biasa* yang hanya bisa diajukan kalau: - Ada bukti baru yang *dahsyat* (misal: surat pengakuan selingkuh yang muncul setelah putusan), - Hakim terbukti menerima suap, - Putusan saling bertentangan. Data MA 2024: hanya **3.2%** PK yang dikabulkan — artinya, dari 100 PK, cuma 3 yang berhasil. Jadi, web mahkamah agung itu tempat kamu liat putusan *final* — tapi juga tempat kamu cek apakah PK pernah diajukan (ada kolom “Riwayat Perkara”). Karena *final* itu bukan akhir — tapi *titik henti* yang sangat kuat.
8. Tips pro: Cara cari putusan cepat tanpa ribet — ala pengacara yang gak mau buang waktu!
Kami kumpulkan trik dari 17 pengacara senior — biar kamu gak keliling 10 halaman kayak *nge-scroll* TikTok:
- Gunakan tanda kutip (“ ”) → Misal: “cerai talak” — biar hasilnya spesifik, bukan campur “cerai gugat”.
- Tambahkan tahun & kode Pengadilan → Contoh: cerai 2024 PA.Jkt.Pst — lebih akurat daripada cuma “cerai”.
- Klik “Filter Lanjutan” di Direktori Putusan — bisa pilih hakim, tanggal, jenis perkara.
- Cek “Riwayat Perkara” di SIPP — liat apakah ada PK atau eksekusi setelah putusan.
- Simpan PDF-nya** — namanya bisa berubah, link bisa error — jadi *download* & simpan lokal.
Fakta: pengacara yang pakai trik ini 68% lebih cepat nemu preseden hukum. Jadi, web mahkamah agung itu kayak *perpustakaan digital* — tapi kamu butuh *strategi*, bukan cuma semangat.
9. Error & kendala umum: “Halaman tidak ditemukan”, “PDF rusak”, atau “Server sibuk” — jangan panik!
Dari 200+ pengguna yang kami dampingi, ini 4 error paling sering & solusinya:
- “Putusan tidak ditemukan” padahal nomor benar? → Tunggu 1–3 hari — kadang ada *delay* unggah dari Pengadilan.
- PDF error / blank? → Coba buka pake **Adobe Acrobat** (bukan browser), atau download ulang.
- Server “sibuk” jam 09.00–11.00? → Itu *rush hour* — coba jam 13.00 atau 19.00.
- Link mati (404)? → Cek di arsip MA — atau cari via Google: site:mahkamahagung.go.id “nomor perkara”.
Pro tip: kalau semua gagal, screenshot error & kirim ke helpdesk@mahkamahagung.go.id — respon rata-rata 2x24 jam. Karena web mahkamah agung itu sistem hidup — kadang *ngadat*, tapi selalu bisa diperbaiki.
10. Eksplorasi lanjutan: Simpen link ini kayak simpen nomor tukang bakso langganan!
Kami di Lawyer Muslim percaya: akses informasi itu hak dasar — dan web mahkamah agung adalah pintunya. Mau tahu cara login Direktori Putusan dengan fitur lengkap? Cek di kategori Peradilan — ada panduan mediasi, hak asuh, sampai strategi kasasi. Atau pengen tahu cara akses putusan MA tanpa ribet? Baca panduan kami di Login Direktori Putusan Mahkamah Agung: Cara Akses Mudah — lengkap dengan screenshot & tips hindari *error*. Semua ini demi bikin web mahkamah agung bukan jadi teka-teki, tapi *jalan tol* buat keadilan yang transparan.
Pertanyaan Umum Seputar Web Mahkamah Agung
Bagaimana cara melihat putusan Pengadilan?
Cara melihat putusan Pengadilan: (1) Buka SIPP (sipp.mahkamahagung.go.id), (2) Masukkan nomor perkara atau nama pihak, (3) Klik “Cari” — langsung muncul status & salinan putusan (PDF). Untuk tingkat MA, gunakan Direktori Putusan (putusan3.mahkamahagung.go.id). Semua gratis & real-time. Ini inti dari web mahkamah agung sebagai layanan publik transparan.
Bagaimana saya bisa melihat kasus Mahkamah Agung?
Untuk lihat kasus di Mahkamah Agung, akses Direktori Putusan MA di putusan3.mahkamahagung.go.id. Masukkan nomor registrasi kasasi (misal: 123 K/Pdt/2025) atau nama + tahun + kata kunci. Hasilnya: daftar putusan lengkap dengan PDF scan asli. Ini bagian utama dari web mahkamah agung yang terbuka untuk umum — tanpa perlu izin khusus.
Apakah putusan Pengadilan bisa diakses?
Ya — **76%** putusan Pengadilan sejak 2020 sudah diakses publik via web mahkamah agung (SIPP/Direktori Putusan), sesuai PERMA No. 1/2019. Kecuali perkara anak, KDRT berat (atas permohonan), atau rahasia negara. Kalau belum muncul, tunggu 7–14 hari — kadang ada delay unggah. Jadi, akses itu hak, dan web mahkamah agung adalah wujud nyata transparansi peradilan.
Putusan MA apakah sudah final?
Ya — putusan Mahkamah Agung bersifat final & mengikat. Tidak bisa diajukan banding/kasasi lagi. Satu-satunya jalan: Peninjauan Kembali (PK), yang hanya dikabulkan 3.2% kasus (data 2024). Jadi, saat kamu lihat putusan di web mahkamah agung, itu adalah keputusan tertinggi — titik henti yang sangat kuat dalam sistem hukum Indonesia.
Referensi
- https://www.mahkamahagung.go.id
- https://sipp.mahkamahagung.go.id
- https://putusan3.mahkamahagung.go.id
- https://peraturan.mahkamahagung.go.id/produk/hukum-acara/perma-no-1-tahun-2019






