• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Tingkatan Kejaksaan di Indonesia Lengkap

img

tingkatan kejaksaan

Pernah gak sih lo mikir, “Kalau jaksa tuh kayak polisi—ada pangkatnya juga?” Atau jangan-jangan lo kira semua orang pake toga di pengadilan itu punya jabatan yang sama? Nah, kali ini kita bakal ngobrol santai tapi tetep serius soal tingkatan kejaksaan di Indonesia. Bukan cuma buat nambah wawasan, tapi biar lo gak salah manggil “Pak Jaksa” padahal yang di depan lo itu sebenernya Jaksa Agung—waduh, bisa-bisa malah kena tegur! Yuk, kita kupas tuntas dengan gaya obrolan warung kopi plus diksi ala anak Betawi campur Jawa, dikit Sunda, dikit Makassar—biar rasa nasionalismenya nendang!


Apa Itu Tingkatan Kejaksaan dalam Sistem Hukum Indonesia?

Memahami hierarki struktural lembaga kejaksaan

Dalam sistem hukum Indonesia, tingkatan kejaksaan bukan cuma soal siapa yang duduk di kursi paling empuk atau siapa yang bawa mobil dinas paling gede. Ini adalah struktur resmi yang mengatur pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Mulai dari level pusat sampai daerah, tingkatan kejaksaan dirancang supaya penegakan hukum berjalan lancar tanpa tumpang tindih. Jadi, kalau ada kasus korupsi di Aceh, misalnya, gak mungkin langsung ditangani Jaksa Agung—ada mekanisme hierarkis yang harus dilalui sesuai tingkatan kejaksaan yang berlaku.


Siapa Saja yang Termasuk dalam Struktur Tingkatan Kejaksaan?

Daftar lengkap jabatan dalam hierarki kejaksaan

Kita mulai dari puncak piramida: Jaksa Agung. Beliau ini kepala dari seluruh kejaksaan di Indonesia, diangkat langsung oleh Presiden, dan bertanggung jawab langsung kepadanya. Di bawahnya ada Jaksa Agung Muda, yang jumlahnya ada lima—masing-masing menangani bidang berbeda: pidana umum, pidana khusus, perdata & tata usaha negara, intelijen, dan pengawasan. Terus turun lagi ke Kepala Kejaksaan Tinggi (di tingkat provinsi), lalu Kepala Kejaksaan Negeri (di tingkat kabupaten/kota). Di level operasional, ada jaksa-jaksa pelaksana yang kerap disebut “Jaksa Fungsional”. Semua ini termasuk dalam tingkatan kejaksaan yang saling terhubung seperti rantai emas—putus satu, goyah semuanya.


Apa Saja Pangkat di Kejaksaan?

Sistem kepangkatan fungsional vs struktural

Nah, ini yang sering bikin bingung! Di luar jabatan struktural (seperti Jaksa Agung atau Kajari), jaksa juga punya pangkat fungsional mirip PNS lainnya. Misalnya: Jaksa Pratama, Jaksa Muda, Jaksa Madya, sampai Jaksa Utama. Pangkat ini berkaitan erat dengan masa kerja, pendidikan, dan kompetensi teknis. Tapi inget, pangkat fungsional beda sama jabatan struktural. Bisa aja seseorang berpangkat Jaksa Utama tapi jabatannya cuma Kepala Seksi di Kejari. Jadi, tingkatan kejaksaan itu dua sisi koin: satu sisi jabatan, satu sisi pangkat. Keduanya penting, tapi fungsinya beda. Kalau lo ketemu jaksa, lebih baik tanya jabatannya daripada nebak-nebak pangkatnya—soalnya gak keliatan dari seragam kayak TNI/Polri!


Kejaksaan Ada 3 Apa Saja?

Membedakan tiga jenis kejaksaan berdasarkan yurisdiksi

Pertanyaan “Kejaksaan ada 3 apa saja?” sering muncul karena banyak yang salah kaprah. Sebenernya, tingkatan kejaksaan dibagi berdasarkan wilayah yurisdiksi, bukan jenis lembaga. Tapi kalau dipaksa bagi tiga, ya bisa: (1) Kejaksaan Agung (pusat), (2) Kejaksaan Tinggi (provinsi), dan (3) Kejaksaan Negeri (kabupaten/kota). Ketiganya membentuk satu kesatuan vertikal yang solid. Gak ada “kejaksaan swasta” atau “kejaksaan daerah otonom”—semua di bawah kendali Jaksa Agung. Jadi, meski namanya “Kejari Bandung”, tetap bagian dari sistem tingkatan kejaksaan nasional yang utuh.


Kejaksaan Paling Tinggi Apa?

Peran dan kewenangan Jaksa Agung sebagai puncak tingkatan kejaksaan

Jawabannya simpel: Jaksa Agung. Dialah pucuk pimpinan tertinggi dalam tingkatan kejaksaan. Selain memimpin institusi, beliau juga punya kewenangan strategis: mengeluarkan perintah penuntutan, mencabut perkara, bahkan menghentikan penyidikan jika dianggap tak layak. Jabatan ini setara menteri, dan biasanya diisi oleh tokoh hukum senior. Di mata publik, Jaksa Agung sering jadi simbol integritas—tapi di balik itu, tekanan politik dan sorotan media juga gila-gilaan. Jadi, jangan heran kalau Jaksa Agung sering keliatan serius terus—bukan sombong, tapi beban tingkatan kejaksaan di pundaknya emang berat banget!

tingkatan kejaksaan

Bagaimana Jalur Karier Menjadi Jaksa di Indonesia?

Persyaratan, seleksi, dan pendidikan calon jaksa

Mau jadi jaksa? Siapin mental, fisik, dan otak! Prosesnya dimulai dari pendaftaran CPNS Kejaksaan, lalu tes tertulis, psikotes, wawancara, sampe tes kesehatan. Yang lolos bakal dikirim ke Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (Diklat PPJ) di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI. Durasi diklat sekitar 6 bulan—full time, full tekanan. Setelah lulus, baru deh diangkat jadi Calon Jaksa, lalu Jaksa Pratama. Dari sini, karier bisa naik perlahan sesuai kinerja dan kebutuhan organisasi. Intinya, tingkatan kejaksaan gak bisa dikejar lewat “jalan pintas”—harus lewat jalur formal yang ketat. Kalau lo mikir jadi jaksa itu gampang kayak daftar influencer, mending urungkan niat dulu—soalnya ujiannya bisa bikin mimpi buruk sampe tiga malam!


S1 Kejaksaan Grade Berapa?

Hubungan antara pendidikan hukum dan klasifikasi jabatan

Pertanyaan “S1 Kejaksaan grade berapa?” agak tricky, soalnya Kejaksaan bukan jurusan kuliah. Lo harus ambil S1 Hukum dulu—bisa di FH UI, UGM, Unpad, atau kampus negeri/swasta lain yang terakreditasi. Setelah lulus, baru ikut seleksi CPNS Kejaksaan. Nah, saat pertama kali diangkat, lulusan S1 biasanya masuk sebagai Jaksa Pratama dengan grade III/a (dalam sistem kepangkatan PNS). Tapi jangan salah—grade awal bukan patokan akhir. Banyak jaksa lulusan S1 biasa aja akhirnya jadi Jaksa Agung Muda! Jadi, meski awalnya “grade rendah”, tingkatan kejaksaan memberi ruang luas buat siapa aja yang kerja keras dan jujur.


Apa Bedanya Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda, dan Jaksa Agung Pengganti?

Penjelasan fungsi masing-masing jabatan puncak

Jaksa Agung itu satu-satunya—macam presiden di dunia kejaksaan. Sementara Jaksa Agung Muda ada lima, tiap satu ngurus bidang spesifik. Misalnya, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum ngurus kasus pembunuhan, pencurian, dll. Lalu ada Jaksa Agung Pengganti—jabatan ini unik. Fungsinya mirip wakil Jaksa Agung, tapi gak otomatis menggantikan kalau sang Agung cuti. Biasanya diisi oleh Jaksa Agung Muda senior. Perbedaan ini penting biar lo gak bingung pas baca berita: “Jaksa Agung Muda pimpin OTT”—itu artinya bukan Jaksa Agung beneran, tapi wakilnya. Semua ini bagian dari arsitektur tingkatan kejaksaan yang rapi dan terstruktur.


Berapa Gaji di Setiap Tingkatan Kejaksaan?

Rincian tunjangan dan pendapatan jaksa sesuai jabatan

Gaji jaksa? Lumayan lah—apalagi kalau udah di tingkatan kejaksaan atas. Jaksa Pratama (level awal) kira-kira dapat Rp5–7 juta/bulan (termasuk tunjangan). Kepala Kejaksaan Negeri bisa bawa pulang Rp15–20 juta. Jaksa Agung Muda? Bisa tembus Rp30–40 juta. Belum lagi tunjangan operasional, transport, dan insentif kinerja. Tapi inget—gaji gede datang bareng tanggung jawab gede. Salah langkah sedikit, bisa kena sanksi etik atau bahkan pidana. Jadi, meski nominalnya menggiurkan, tingkatan kejaksaan bukan soal uang, tapi soal amanah. Kayak kata pepatah Bugis: “Iecca tau, iecca amanahna”—kalau jadi pejabat, jangan lupa amanahnya!


Di Mana Saja Lokasi Kantor Sesuai Tingkatan Kejaksaan?

Peta distribusi kantor kejaksaan dari pusat hingga daerah

Setiap tingkatan kejaksaan punya markasnya sendiri. Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda berkantor di Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan—gedung megah yang jadi ikon penegakan hukum. Di tiap provinsi, ada Kejaksaan Tinggi yang biasanya berlokasi di ibu kota provinsi. Contoh: Kejati Jawa Barat di Bandung, Kejati Sulsel di Makassar. Lalu di tiap kabupaten/kota, ada Kejaksaan Negeri—jumlahnya ratusan! Bahkan di pulau-pulau terpencil kayak Sabang atau Merauke, tetap ada kantor kejaksaan. Ini bukti bahwa tingkatan kejaksaan benar-benar menjangkau seluruh pelosok NKRI. Buat lo yang pengen tahu lebih, bisa cek langsung di Lawyer Muslim, atau eksplor kategori Lembaga. Oh iya, kalau masih bingung bedain polisi dan jaksa, baca juga artikel kami: Polisi Dibawah Naungan TNI: Mitos atau Fakta.


Pertanyaan Umum tentang Tingkatan Kejaksaan

Apa saja pangkat di Kejaksaan?

Pangkat di Kejaksaan mengacu pada sistem kepangkatan fungsional PNS, yaitu: Jaksa Pratama, Jaksa Muda, Jaksa Madya, dan Jaksa Utama. Namun, perlu dibedakan dengan jabatan struktural seperti Jaksa Agung atau Kepala Kejaksaan Negeri. Keduanya merupakan bagian dari tingkatan kejaksaan yang saling melengkapi dalam menjalankan tugas penuntutan dan penegakan hukum.

Kejaksaan ada 3 apa saja?

Secara struktural, tingkatan kejaksaan terdiri atas tiga level: (1) Kejaksaan Agung (pusat), (2) Kejaksaan Tinggi (provinsi), dan (3) Kejaksaan Negeri (kabupaten/kota). Ketiganya membentuk satu kesatuan vertikal di bawah komando Jaksa Agung, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Kejaksaan paling tinggi apa?

Jabatan tertinggi dalam tingkatan kejaksaan adalah Jaksa Agung. Beliau adalah pejabat negara setingkat menteri yang memimpin seluruh kejaksaan di Indonesia, diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, serta bertanggung jawab langsung kepada Presiden dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

S1 Kejaksaan grade berapa?

Tidak ada jurusan “S1 Kejaksaan”. Calon jaksa harus lulusan S1 Hukum, lalu mengikuti seleksi CPNS dan Diklat PPJ. Setelah diangkat, lulusan S1 biasanya masuk sebagai Jaksa Pratama dengan pangkat/golongan III/a. Ini adalah titik awal dalam tingkatan kejaksaan yang bisa berkembang seiring pengalaman dan prestasi kerja.


References

  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/49047/uu-no-16-tahun-2004
  • https://kejaksaan.go.id/page/tentang-kejaksaan
  • https://jdih.kemenkeu.go.id/regulation/view/2021/11/peraturan-pemerintah-nomor-98-tahun-2020
  • https://bkd.jatengprov.go.id/index.php/informasi/147-pangkat-fungsional-jaksa
2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.