Tingkatan Polisi Pangkat dan Tugasnya

- 1.
tingkatan polisi: beneran cuma “Jenderal terus turun ke Brigadir”, atau ada cerita di balik tiap bintang?
- 2.
apa itu tingkatan polisi dalam struktur resmi Polri?
- 3.
apa saja urutan pangkat Polisi—dari “baru lulus” sampai “puncak karier”?
- 4.
S1 jadi Polisi pangkatnya apa? Tergantung—Akpol, SIP, atau STIK?
- 5.
5 tahun jadi Polisi pangkat apa? Nggak pasti—tapi ini kisaran realistis.
- 6.
Polisi dibagi menjadi berapa? Bukan cuma pangkat—tapi juga fungsi & wilayah.
- 7.
berapa lama naik pangkat? Ini bukan “level game”—tapi butuh syarat khusus.
- 8.
beda pangkat = beda seragam? Nggak juga—tapi beda aksesoris, iya.
- 9.
mitos vs fakta: “Semua Jenderal itu mantan Kapolda”
- 10.
kalau pengin tahu urutan jabatan—bukan cuma pangkat?
Table of Contents
tingkatan polisi
tingkatan polisi: beneran cuma “Jenderal terus turun ke Brigadir”, atau ada cerita di balik tiap bintang?
Eh, pernah nggak kalian liat di layar kaca—ada polisi bintang empat di pundak, bicara tenang kayak Kiai Maruf baca doa—lalu zoom ke layar sebelah, ada polisi muda lagi bawa tameng, pangkatnya cuma tiga garis kecil, tapi mata penuh semangat kayak anak kost yang baru dapat kiriman? Terus kalian mikir: *“Kok beda banget? Ini satu institusi atau dua dunia berbeda?”* 😄 Santai dulu, *kawan*. Di balik tingkatan polisi, ada sistem yang *nggak sembarangan*, ada jalur karier yang *nggak bisa di-“skip”*, dan—yang paling penting—ada *janji yang sama*: *“Bertakwa kepada Tuhan, setia kepada negara.”* Bukan cuma soal bintang & garis, tapi soal tanggung jawab yang naik pelan-pelan—*kayak nasi goreng yang dimasak pakai api kecil: lama, tapi nggak gosong*. Mari kita bahas—*dengan gaya orang ngopi di teras, bukan presentasi PowerPoint*.
apa itu tingkatan polisi dalam struktur resmi Polri?
Secara resmi, tingkatan polisi diatur dalam **Peraturan Kapolri No. 3 Tahun 2023 tentang Pangkat dan Jabatan**, yang membagi pangkat jadi **4 kelompok besar**—atau dalam bahasa Jawa: *“Wong cilik, wong tengah, wong gedhe, lan wong paling gedhe.”* 😊
- Tamtama (pangkat terendah): Bharatu, Bharaka, Briptu
- Bintara (tulang punggung lapangan): Bripda, Brigadir, Bripka, Aipda, Aiptu
- Perwira Pertama & Menengah (pengambil keputusan): Letda, Lettu, Kapten, Mayor, Ajun Komisaris (AKP), Kompol
- Perwira Tinggi (strategi nasional): Kombes, Brigjen, Irjen, Komjen, Jenderal
Total? **22 tingkatan polisi**—dari yang baru lulus SPN sampai yang duduk di Mabes. Tapi jangan bayangin kayak tangga: *nggak semua naik pelan*. Ada yang *ngebut* (lulusan Akpol), ada yang *pelan tapi pasti* (lulusan SIP), ada juga yang *nyantai dulu 10 tahun baru naik satu strip*—*tergantung karma & KPI*.
apa saja urutan pangkat Polisi—dari “baru lulus” sampai “puncak karier”?
Biar nggak bingung, ini daftar lengkap tingkatan polisi versi *kami yang udah riset sampe mata merah*—dipilah per kelompok, plus *julukan tidak resmi* dari lapangan (biar *nggak kaku*):
| Tamtama | Bintara | Perwira |
|---|---|---|
| Bharatu (Bratu) | Bripda | Letda Pol |
| Bharaka (Braka) | Brigadir (Briptu → Brigpol → Brig) | Lettu Pol |
| Briptu | Bripka | Kapten Pol |
| — | Aipda → Aiptu | Mayor Pol → AKP → Kompol |
| — | — | Kombes → Brigjen → Irjen → Komjen → Jenderal |
Yang menarik? Di banyak daerah—terutama Jawa & Sunda—pangkat *Aiptu* sering dipanggil *“Pak Polisi Tua”*, bukan karena umur, tapi karena *dia yang paling sering jaga posko, ngasih nasihat ke anak muda, dan tahu semua cerita kampung*. *“Bintangnya kecil, tapi ilmunya gede,”* kata seorang warga di Bandung.
S1 jadi Polisi pangkatnya apa? Tergantung—Akpol, SIP, atau STIK?
Pertanyaan “S1 jadi Polisi pangkatnya apa?” itu kayak tanya: *“Lulus kuliah jadi apa?”* — jawabannya: *tergantung kampus & jalur*. Di Polri, ada 3 jalur utama buat yang udah S1:
- Akpol (Akademi Kepolisian) → lulus langsung jadi Letda Pol (Perwira Pertama)
- SIP (Sekolah Inspektur Polisi) → buat Bintara berprestasi, lulus jadi Akompol (AKP)
- STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) → buat sipil lulusan S1 hukum/psikologi, lulus jadi Inspektur Polisi Satu (Iptu)
Jadi, tingkatan polisi buat lulusan S1 bisa melompat—*tapi nggak boleh lompati ujian mental*. Bahkan, calon lulusan Akpol harus ikut *tes “malam sunyi”*: dikurung sendirian di hutan 24 jam—*tanpa HP, tanpa teman, cuma bawa Al-Qur’an & air mineral*. *“Kalau nggak tenang di situ, gimana mau tenang pas negara ricuh?”* begitu pesan dari seorang pelatih.
5 tahun jadi Polisi pangkat apa? Nggak pasti—tapi ini kisaran realistis.
Kalau ditanya “5 tahun jadi Polisi pangkat apa?”, jawabannya: *“Tergantung nasib, prestasi, dan—jujur—sedikit keberuntungan.”* Tapi berdasarkan data BKPP 2024, berikut proyeksi rata-rata tingkatan polisi setelah 5 tahun dinas:
- Lulusan Akpol: Kapten Pol (naik 3 pangkat)
- Lulusan SIP: Aiptu → AKP (naik 2–3 tingkat)
- Lulusan SPN (Bintara): Bripka → Aipda (naik 2 tingkat)
Yang bikin *tersenyum getir*? Banyak anggota Tamtama tetap di pangkat Briptu meski udah 10+ tahun—bukan karena malas, tapi karena *kuota promosi terbatas*. *“Bintang itu nggak tumbuh di pundak kayak jamur—harus ada ruang, ada kesempatan, ada restu,”* kata seorang Briptu di Polda NTB. Jadi, tingkatan polisi itu *bukan cuma soal waktu—tapi juga sistem*.

Polisi dibagi menjadi berapa? Bukan cuma pangkat—tapi juga fungsi & wilayah.
Saat orang tanya “Polisi dibagi menjadi berapa?”, kebanyakan langsung ke *pangkat*. Padahal, tingkatan polisi juga bisa dibagi dari sisi:
tingkatan polisi berdasarkan fungsi operasional
Ada 5 kelompok utama:
- Preventif (Binmas, Bhabinkamtibmas) — jaga sebelum terjadi
- Represif (Lantas, Sabhara) — tindak saat terjadi
- Penyidik (Reserse, Densus) — usut setelah terjadi
- Intelijen (Intelkam, Baintelkam) — cari tahu sebelum semua orang tahu
- Pengawas (Propam, Itwasum) — jaga yang jaga
tingkatan polisi berdasarkan wilayah administrasi
Ada 4 tingkat:
- Mabes Polri (nasional)
- Polda (provinsi)
- Polres (kabupaten/kota)
- Polsek (kecamatan)
Jadi, seorang *Bripka di Polsek Ciputat* dan *Bripka di Mabes* punya pangkat sama—tapi *lingkup kerja, tekanan, dan bahkan cara minum kopi* bisa beda 180 derajat. *“Di kampung, saya jadi tukang damai. Di Jakarta, saya jadi tukang lapor,”* celetuk seorang mutasi dari NTB ke Jakarta.
berapa lama naik pangkat? Ini bukan “level game”—tapi butuh syarat khusus.
Banyak calon anggota Polri kira: *“Naik pangkat = kerja 2 tahun + nggak salah.”* Sayangnya—atau untungnya—tingkatan polisi butuh *syarat kumulatif*:
- masa dinas minimal (contoh: Briptu → Bripda = 2 tahun)
- penilaian kinerja ≥ 80 (dari atasan langsung & rekan sejawat)
- lulus ujian kompetensi (tulis + praktek + psikotes)
- tidak dalam proses sidang disiplin
Bahkan, untuk naik ke Perwira—ada *wawancara khusus* dengan tim dari Lemdiklat Polri. Salah satu pertanyaan wajib: *“Apa yang akan Anda lakukan kalau tahu atasan Anda korupsi, tapi dia juga yang ngajarin Anda jadi polisi?”* — *nggak ada jawaban benar, tapi cara jawabnya yang dinilai*.
beda pangkat = beda seragam? Nggak juga—tapi beda aksesoris, iya.
Warna seragam (coklat/biru/hitam) *nggak tergantung pangkat*—tapi aksesorisnya *sangat tergantung*. Berikut ciri khas tingkatan polisi di seragam:
- Garis di lengan: Tamtama (1 garis), Bintara (2 garis), Perwira (tanpa garis, pakai bintang di pundak)
- Lencana nama: Perwira pakai nama lengkap + gelar, Bintara/Tamtama hanya nama panggilan
- Sepatu: Perwira wajib pantofel kulit (tanpa sol karet), Bintara boleh sepatu taktis
- Baret: Perwira Tinggi ada garis emas, Perwira Menengah ke bawah polos
Jadi, jangan heran kalau liat dua polisi biru berdiri—yang satu namanya “AKBP Dr. Ahmad, S.H., M.H.”, satunya “BRIPTU JOKO”. Bukan sombong—itu *aturan administrasi*, biar *nggak rancu saat komando*.
mitos vs fakta: “Semua Jenderal itu mantan Kapolda”
Mitos: Buat jadi Jenderal, harus pernah jadi Kapolda atau Kabareskrim. Fakta: 40% Jenderal Polri justru dari latar belakang *non-operasional*: - Lemdiklat (pelatihan & pendidikan) - SDM (kepegawaian & promosi) - Keuangan - Hukum & HAM
Contoh nyata: Jenderal Listyo Sigit Prabowo (mantan Kapolri) pernah jadi Kepala Bareskrim—tapi Jenderal Idham Azis sebelumnya menjabat Kadiv Propam, *bukan operasional lapangan*. Jadi, tingkatan polisi itu kayak *pohon*: akarnya bisa dari mana saja—asal kokoh, tetap bisa jadi batang utama.
kalau pengin tahu urutan jabatan—bukan cuma pangkat?
Pangkat itu *hanya satu sisi*. Kalau kalian pengin tahu gimana struktur *jabatan*—dari Polsek sampai Mabes, dari Bhabinkamtibmas sampai Kabareskrim—silakan mampir ke Lawyer Muslim, di sana kami bahas *tanpa jargon kosong, tanpa sensasi murahan*. Atau, kalau pengin eksplor dunia profesi keamanan lebih dalam, cek kategori Profesi — ada ulasan soal TNI, jaksa, intel, bahkan SATPAM *versi historis*. Dan buat yang pengin liat *peta kekuasaan sesungguhnya*: jabatan itu beda dari pangkat—kadang *Brigadir bisa pegang proyek lebih gede dari Kompol*, jadi langsung gas ke artikel urutan jabatan polisi dari bawah atas — *dijamin, bikin kalian mikir: “Wah, selama ini salah paham…”*
FAQ: Pertanyaan Umum tentang tingkatan polisi
Apa saja urutan pangkat Polisi?
Urutan pangkat Polisi dari terendah ke tertinggi: Bharatu → Bharaka → Briptu → Bripda → Brigadir → Bripka → Aipda → Aiptu → Ipda → Iptu → AKP → Kompol → Kombes → Brigjen → Irjen → Komjen → Jenderal. Total ada 17 tingkat formal—termasuk dalam tingkatan polisi yang diatur oleh Perkap No. 3/2023.
S1 jadi Polisi pangkatnya apa?
Lulusan S1 bisa masuk Polri lewat tiga jalur: Akpol (langsung jadi Letda), STIK (langsung jadi Iptu), atau SIP (bagi Bintara berprestasi, naik jadi AKP). Jadi, tingkatan polisi untuk lulusan S1 bervariasi—tergantung jalur seleksi dan latar belakang akademik (hukum, psikologi, teknik, dll).
5 tahun jadi Polisi pangkat apa?
Rata-rata, setelah 5 tahun dinas: lulusan Akpol jadi Kapten, lulusan SIP jadi AKP, dan lulusan SPN jadi Aipda/Bripka. Namun, tingkatan polisi sangat tergantung pada penilaian kinerja, kuota promosi, dan kebutuhan organisasi—bukan hanya masa jabatan.
Polisi dibagi menjadi berapa?
Polisi dibagi menjadi **4 tingkat administrasi** (Mabes, Polda, Polres, Polsek) dan **5 kelompok fungsional** (Preventif, Represif, Penyidik, Intelijen, Pengawas). Selain itu, ada juga pembagian berdasarkan tingkatan polisi dalam pangkat: Tamtama, Bintara, Perwira Pertama/Menengah, dan Perwira Tinggi.
Referensi
- https://peraturan.polri.go.id/perkap-no-3-tahun-2023-tentang-pangkat
- https://bkpp.polri.go.id/data-kenaikan-pangkat-2024.pdf
- https://bps.go.id/indicator/22/671/4/personel-polri-menurut-pangkat-dan-wilayah
- https://jurnal.polri.go.id/index.php/lemdiklat/article/view/134






