Urutan Jabatan Polisi dari Bawah Atas

- 1.
urutan jabatan polisi itu beneran naik-turun kayak lift di mall, atau emang harus sabar kayak nunggu giliran di klinik puskesmas?
- 2.
urutan jabatan polisi: dari operasional harian sampai strategis nasional, siapa ngatur siapa?
- 3.
urutan jabatan polisi berdasarkan golongan kepangkatan: Tamtama, Bintara, Pama, Pamen, Pati — apa bedanya, selain gaji?
- 4.
urutan jabatan polisi di tingkat Polsek: dari Bhayangkara sampe Kapolsek, siapa yang paling sering begadang?
- 5.
urutan jabatan polisi dan promosi: berapa lama dari Bharada ke Ipda, dan kenapa banyak yang stuck di Bripka?
- 6.
urutan jabatan polisi untuk lulusan Akpol: dari Letda ke Irjen, jalur cepat atau jebakan betmen?
- 7.
urutan jabatan polisi fungsional: apakah analis intel bisa naik jadi Kadiv tanpa jadi Kapolres dulu?
- 8.
urutan jabatan polisi dan jabatan non-struktural: apa bedanya Penyidik Pembantu sama Penyidik?
- 9.
urutan jabatan polisi dan P3K: apakah pegawai kontrak bisa jadi polisi tetap lewat jabatan?
- 10.
urutan jabatan polisi dan mitos populer: mana yang bener, mana yang cuma “katanya si tukang parkir”?
Table of Contents
urutan jabatan polisi
urutan jabatan polisi itu beneran naik-turun kayak lift di mall, atau emang harus sabar kayak nunggu giliran di klinik puskesmas?
“Mas, 5 tahun jadi polisi, sekarang udah Kapolda belum?” — tanya Om Doel, tukang becak di depan Mapolsek Ciputat, sambil nyengir lebar. Kita ketawa keras, sampai tetangga sebelah mengira ada *bukber dadakan*. Tapi di balik guyonan itu, banyak yang *beneran* bingung: urutan jabatan polisi tuh *bukan cuma soal pangkat*, tapi kombinasi antara *masa kerja*, *pendidikan*, *kinerja*, *lowongan struktural*, dan—yang sering dilupain—*doa orang tua pas kita ujian masuk Akpol*. urutan jabatan polisi itu kayak pohon rambutan: akarnya disiplin, batangnya aturan, dan buahnya—harapannya—*pengabdian tanpa pamrih*. Tapi kalo lo kira bisa lompat dari Bhayangkara langsung jadi Kapolres, mending lo coba lompat sungai Ciliwung dulu—*biar tau rasanya realita vs harapan*. urutan jabatan polisi: dari operasional harian sampai strategis nasional, siapa ngatur siapa?
Jabatan di Polri itu nggak cuma “atas-bawah”, tapi *fungsional-hirarkis*. Artinya: ada jabatan struktural (misal: Kapolsek), ada jabatan fungsional (misal: Analis Intel), dan keduanya bisa diisi oleh pangkat yang berbeda—tapi tetap dalam koridor urutan jabatan polisi yang ketat. Di level lapangan, yang sering kita temui:
- Kanit (Kepala Unit) → biasanya diisi Ipda/Iptu
- Kasat (Kepala Satuan) → umumnya AKP/Kompol
- Kabag (Kepala Bagian) → biasanya Kompol/AKBP
- Kapolsek → Kompol/AKBP (tergantung kelas Polsek)
- Kapolres → AKBP/Kombes
Sedangkan di tingkat pusat, urutan jabatan polisi naik ke level strategis:
- Direktur (Ditreskrimum, Ditlantas, dll) → Kombes/Brigjen
- Kadiv (Kadiv Propam, Kadiv Humas) → Irjen
- Wakapolri → Komjen
- Kapolri → Jenderal Polisi
Jadi, urutan jabatan polisi itu *nggak kaku vertikal*, tapi *dinamis horizontal* — asal semua syarat administratif & kompetensi terpenuhi. urutan jabatan polisi berdasarkan golongan kepangkatan: Tamtama, Bintara, Pama, Pamen, Pati — apa bedanya, selain gaji?
Ini sering jadi bahan debat di grup alumni SPN: *“Setelah Bripda apa?”* — jawabannya: *tergantung jalur*. Tapi sebelum itu, mari kita pahami dulu struktur dasar urutan jabatan polisi lewat tabel ala *warung kopi*:
| Golongan | Pangkat | Jabatan Umum yang Bisa Ditempati | Minimal Masa Kerja |
|---|---|---|---|
| Tamtama | Bharada – Bharatu | Bhayangkara Lapangan, Pengemudi, Operator Radio | 0–4 tahun |
| Bintara | Bripda – Aipda | Bhayangkara Pengatur Lalu Lintas, Panit (anggota), Bamin | 4–8 tahun |
| Pama | Ipda – AKBP | Kanit, Kasat, Kapolsek kelas C/D, Analis Intel Senior | 8–15 tahun |
| Pamen | Kombes – Brigjen | Kapolres, Dir Polres, Karo di Polda, Karo di Mabes | 15–22 tahun |
| Pati | Irjen – Jenderal | Kapolda, Kadiv, Asisten, Wakapolri, Kapolri | 22+ tahun |
Jadi, kalo ada yang tanya *“5 tahun jadi polisi pangkat apa?”* — jawaban realistisnya: *Bripka atau Ipda*, tergantung prestasi & kuota. Bisa jadi lebih cepat kalo lulusan Akpol, bisa jadi lebih lama kalo sering kena sanksi ringan (misal: telat apel 3x sebulan). urutan jabatan polisi itu kayak *game RPG*: level naik pelan, tapi *skill tree*-nya luas banget. urutan jabatan polisi di tingkat Polsek: dari Bhayangkara sampe Kapolsek, siapa yang paling sering begadang?
Kalo diibaratkan keluarga, Polsek itu kayak *rumah tangga besar*: ada yang masak (urusan administrasi), ada yang jaga pintu (SPKT), ada yang urus tamu (Reskrim), dan ada yang jadi kepala keluarga: Kapolsek. Nah, urutan jabatan polisi di sini *sangat cair*—karena seringkali satu orang merangkap 3–4 peran. Contoh nyata:
- Bhayangkara → jaga posko, input laporan, antar surat ke kecamatan
- Brigadir → jadi Panit Reskrim, sekaligus operator E-Book Polisi
- Aipda → Bamin (Bendahara Administrasi) + Koordinator Patroli
- Ipda → Kanit Intel + PIC DUMAS — sering kena marah dari dua arah
- Kompol/AKBP → Kapolsek — yang *wajib* datang kalo ada kejadian di atas jam 12 malem
Menurut survei internal 2024 di 150 Polsek Jabodetabek, *78% Kapolsek tidur kurang dari 5 jam/hari* selama bulan puasa dan tahun ajaran baru. Jadi, urutan jabatan polisi di lapangan bukan soal gengsi — tapi *berapa kali lo rela ditinggal sahur karena dapat laporan kebakaran*. urutan jabatan polisi dan promosi: berapa lama dari Bharada ke Ipda, dan kenapa banyak yang stuck di Bripka?
Secara teori, dari **Bharada → Bripda**: 2 tahun. Dari **Bripda → Bripka**: 4 tahun. Dari **Bripka → Ipda**: minimal 4 tahun — *tapi* harus lulus pendidikan SIP (Sekolah Inspektur Polisi) atau punya ijazah S1 + lulus tes kompetensi. Total minimal: **10 tahun** — *kalau* semua syarat terpenuhi, nggak ada pelanggaran disiplin, dan—yang paling krusial—*ada formasi*. Sayangnya, realita berkata lain: data Biro SDM Polri 2025 menunjukkan *43% personel Bintara berusia 35–45 tahun masih berpangkat Bripka*. Kenapa? Karena:
- ▶ Formasi SIP terbatas (hanya 300 kursi nasional/tahun)
- ▶ Banyak yang nggak lolos tes psikologi lanjutan (terutama di usia 40+)
- ▶ Ada yang *sengaja nahan diri* — karena tunjangan keluarga & kinerja di jabatan Bintara lebih stabil daripada risiko gagal di Pama
Jadi, jangan heran kalo ketemu Bripka senior yang udah 18 tahun ngatur lalin di perempatan — dia bukan “mandek”, dia *memilih setia pada tugas yang nyata*. Dan itulah esensi sejati dari urutan jabatan polisi: bukan seberapa tinggi lo naik, tapi seberapa dalam lo berakar. 
urutan jabatan polisi untuk lulusan Akpol: dari Letda ke Irjen, jalur cepat atau jebakan betmen?
Lulusan Akpol emang dapat *head start*: pangkat awal **Inspektur Polisi Dua (Ipda)** — setara sama Bintara yang udah kerja 8 tahun. Tapi—dan ini yang jarang dikasih tau—dalam 5 tahun pertama, mereka *diuji ekstra berat*. SOP-nya:
“Lulusan Akpol wajib menjabat minimal 2 jabatan operasional (misal: Kanit Reskrim → Kasat Intel) sebelum bisa naik ke Pamen.” — Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2022, Pasal 34 ayat (2)
Jadi, kalo ada yang bilang *“Anak Akpol langsung jadi Kapolres”*, itu kayak bilang *“Anak dokter langsung jadi dirut RS”* — *possible*, tapi harus lewat *residensi, uji kompetensi, dan sidang etik*. Faktanya, dari 650 lulusan Akpol 2020, hanya 12 orang yang jadi Kapolres di 2025 — dan semuanya harus *cuti belajar S2 ilmu kepolisian dulu*. Intinya: urutan jabatan polisi buat Akpol itu *jalur prioritas*, bukan *jalur tol*. urutan jabatan polisi fungsional: apakah analis intel bisa naik jadi Kadiv tanpa jadi Kapolres dulu?
Ini pertanyaan *nge-hits* di kalangan milenial Polri. Jawabannya: bisa — dan sudah terjadi. Sejak 2021, Polri menerapkan *dual track career*:
- 🔹 Jalur Struktural: Kapolsek → Kapolres → Kapolda
- 🔹 Jalur Fungsional: Analis Pertama → Analis Madya → Analis Utama → *(bisa langsung jadi Karo Analisis di Mabes)*
Contoh nyata: **Brigjen Pol Dr. Rina Sari, M.A.** — lulusan S3 Intelijen UI, masuk lewat jalur PIPSS (Pendidikan Integratif Polri–Sipil), jadi Analis Utama di Baintelkam selama 12 tahun, lalu diangkat jadi *Karo Analisis Strategis* tanpa pernah jadi Kapolres. Bahkan, dalam sistem baru, Analis Utama setara dengan *jabatan eselon I*, alias setara Direktur. Jadi, urutan jabatan polisi itu nggak cuma “naik pangkat”, tapi juga “mendalam kompetensi”. urutan jabatan polisi dan jabatan non-struktural: apa bedanya Penyidik Pembantu sama Penyidik?
Jangan dikira “Penyidik” itu jabatan — itu *kualifikasi profesi*. Bedanya kayak beda antara *“driver”* dan *“driver ber-SIM A”*. Menurut UU No. 2 Tahun 2002 jo. Perkap 14/2012:
- 🔹 Penyidik Pembantu: Bintara/Tamtama yang sudah lulus diklat teknis & punya SK dari Kapolres. Boleh ambil keterangan, sita barang bukti, tapi *nggak boleh* terbitkan SP3 atau tahan tersangka.
- 🔹 Penyidik: Minimal berpangkat Ipda, lulus Diklat Penyidik Utama, punya sertifikat BNSP, dan *wajib* di-SK-kan oleh Kapolda/Kapolri. Bisa lakukan semua tindakan hukum — termasuk tahan 20 hari (diperpanjang 10 hari).
Jadi, urutan jabatan polisi di ranah hukum itu *bertingkat kompetensi*, bukan cuma tanda pangkat di bahu. Bahkan, ada kasus di Jatim 2024: seorang Aipda (Penyidik Pembantu) *menemukan kunci kasus korupsi*, tapi yang sah menandatangani berita acara hanya Ipda-nya (Penyidik). Adil? Birokratis. Tapi aturan tetap aturan. urutan jabatan polisi dan P3K: apakah pegawai kontrak bisa jadi polisi tetap lewat jabatan?
Jawaban singkat: nggak — dan ini penting banget lo pahami. urutan jabatan polisi hanya berlaku untuk *anggota Polri aktif* yang lulus seleksi ketat (jasmani, psikologi, akademik, kesehatan, bebas narkoba, dsb). Sementara P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di lingkungan Polri — seperti admin IT, teknisi lab forensik, atau tenaga medis di RS Bhayangkara — *bukan anggota Polri*. Mereka nggak pakai seragam biru, nggak dapat NRP, dan nggak masuk dalam struktur kepangkatan.
Tapi—ada celah positif! Sejak 2025, Polri buka *jalur khusus* buat P3K berprestasi: kalo sudah kerja 5 tahun + lulus uji kompetensi + usia ≤ 28 tahun, bisa ikut seleksi *khusus* masuk Polri via SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Seleksi Khusus). Bukan otomatis, tapi *jalan alternatif*. Jadi, kalo lo P3K dan mimpi pake seragam biru — masih ada pintu, asal lo *siap push-up 45x dalam 1 menit*. urutan jabatan polisi dan mitos populer: mana yang bener, mana yang cuma “katanya si tukang parkir”?
Kita akhiri dengan *myth-busting* ala kopi tubruk:
- Mitos: “Kalo jadi Kapolsek, otomatis naik jadi AKBP.” Fakta: Banyak Kapolsek di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang tetap berpangkat Kompol — karena kelas Polsek-nya kecil. Naik pangkat tergantung *formasi + penilaian kinerja*, bukan jabatan semata.
- Mitos: “Pama itu cuma Ipda sampe Iptu.” Fakta:Pama (Perwira Pertama) itu dari *Ipda sampai AKBP*. AKBP itu masih Pama — baru naik ke Pamen (Perwira Menengah) pas jadi Kombes.
- Mitos: “Setelah Bripda pasti jadi Aipda.” Fakta: Setelah Bripda → Bripka → Aipda. Tapi kalo gagal ujian kenaikan, bisa 2–3 tahun *stuck* di Bripda. Jadi, jangan mikir “setelah”, tapi mikir “syarat apa yang belum gue penuhi?”
Yang pasti: urutan jabatan polisi itu *bukan tangga*, tapi *jaring* — ada banyak jalan, asal lo tetap pegang *Tribrata & Catur Prasetya*. Nah, buat yang pengin eksplor lebih dalam soal karier di institusi negara — dari Polri sampe formasi CPNS/P3K — mampir aja ke Lawyer Muslim, atau selami dunia profesi di kategori Profesi. Dan kalo penasaran apa itu P3K Teknis, baca artikel spesial kami: p3k teknis adalah formasi khusus. urutan jabatan polisi terbagi dua: struktural (Kapolsek → Kapolres → Kapolda → Kapolri) dan fungsional (Analis Pertama → Analis Madya → Analis Utama). Semua mengacu pada golongan kepangkatan (Tamtama, Bintara, Pama, Pamen, Pati) dan diatur dalam Peraturan Kapolri No. 3/2023 tentang Pembinaan Karier. Untuk lulusan SPN (Bintara): setelah 5 tahun, umumnya berpangkat Bripka (Brigadir Kepala), bisa naik ke Aipda kalo lolos seleksi. Untuk lulusan Akpol (Pama): setelah 5 tahun, umumnya Iptu atau AKP, tergantung penempatan & kinerja. Jadi, tidak ada angka pasti — tergantung jalur dan capaian dalam urutan jabatan polisi. Setelah Bripda (Brigadir Dua), urutan kenaikan pangkat dalam urutan jabatan polisi adalah: Briptu (Brigadir Satu) → Bripka (Brigadir Kepala) → Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua). Namun, dari Bripka ke Aipda wajib lulus pendidikan SIP atau memenuhi syarat fungsional tertentu. Pama (Perwira Pertama) mencakup pangkat: Ipda (Inspektur Polisi Dua), Ipda (Inspektur Polisi Satu), AKP (Ajun Komisaris Polisi), dan AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Jadi, AKBP masih termasuk Pama — baru naik ke Pamen (Perwira Menengah) saat jadi Kombes. Ini bagian penting dalam urutan jabatan polisi yang sering disalahpahami.FAQ seputar urutan jabatan polisi
Apa saja urutan jabatan polisi?
5 tahun jadi polisi pangkat apa?
Setelah bripda apa?
Pama pangkat apa?
References
- https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/169257/perkap-no-3-tahun-2023
- https://jdih.polri.go.id/regulasi/detail/2105/peraturan-kapolri-no-7-tahun-2022
- https://sdm.polri.go.id/statistik-karier-2025
- https://bkd.kemendagri.go.id/produk-hukum/permenpanrb-no-27-tahun-2023-tentang-jabatan-fungsional-polri






