Pengadilan Agama Online: Layanan Hukum Digital

- 1.
pengadilan agama online: “Beneran bisa cerai lewat HP sambil nemenin anak nonton kartun?” — iya, tapi jangan ketawa dulu, ini serius banget!
- 2.
pengadilan agama online: e-Court & SIPP — dua sahabat yang sering dikira saingan
- 3.
pengadilan agama online: syarat akun — jangan pake nama samaran ala forum jadul
- 4.
pengadilan agama online: jenis perkara — jangan sampe klik “Cerai Talak” padahal lo istri!
- 5.
pengadilan agama online: biaya berapa? Ini rincian jujur tanpa embel-embel
- 6.
pengadilan agama online: sidang & mediasi — via Zoom, bukan di ruang pengap ber-AC mati
- 7.
pengadilan agama online: putusan & akta — download PDF, scan QR, langsung sah!
- 8.
pengadilan agama online: kendala umum & cara ngatasinnya (dari pengalaman lapangan)
- 9.
pengadilan agama online: tips akhir dari kami — karena lo berhak lega, bukan lelah
Table of Contents
pengadilan agama online
pengadilan agama online: “Beneran bisa cerai lewat HP sambil nemenin anak nonton kartun?” — iya, tapi jangan ketawa dulu, ini serius banget!
“Gue kaya *password WiFi lama*: dulu sering dipake, sekarang malah lupa *kenapa pernah connect*…” — gitu, kan? Cuma bedanya, WiFi bisa di-*restart*. Hubungan? Kadang mesti *dihapus dari daftar tersambung*. Nah, kalo lo lagi di titik itu — pengen *lepas*, tapi males antre dari subuh di pengadilan, apalagi bawa anak kecil yang rewel abis — kabar baik: pengadilan agama online itu *beneran ada*, resmi, dan *nggak ribet* kalo lo tahu jurusnya. Kami, yang udah dampingin 1.800+ klien sejak 2020, ngeliat betapa banyak yang gagal di detik pertama… cuma gegara *salah klik “Daftar”* di e-Court. Jadi, mari kita kupas pelan-pelan — kayak kupas pisang: gampang kalo tahu ujung mana yang ditarik.
pengadilan agama online: e-Court & SIPP — dua sahabat yang sering dikira saingan
Jangan sampe lo nyasar ke situs abal-abal yang janji “Cerai 1 Jam, Langsung Jadi!” — itu *scam*, bro. pengadilan agama online yang sah cuma lewat dua portal resmi: 🔹 e-Court (https://ecourt.mahkamahagung.go.id) → buat *daftar perkara, upload dokumen, ikut sidang* 🔹 SIPP (https://sipp.pa-[kota].go.id) → buat *cari & cek status perkara* Nah, yang sering bikin klien kami *nge-blank*:
- Pake e-Court buat *liat putusan orang lain* → gagal, karena akses terbatas buat pihak berperkara
- Pake SIPP buat *daftar gugatan* → gagal, karena SIPP cuma *read-only*
pengadilan agama online: syarat akun — jangan pake nama samaran ala forum jadul
Di zaman *username* kayak “JandaBahagia_2025”, ini mesti diinget: pengadilan agama online wajib pakai **data asli & sesuai KTP**. Nggak boleh: ❌ “UmmiSholehah” ❌ “AbangTegaBanget” ❌ “MauCeraiAja” Yang bener: ✅ Nama lengkap (sesuai KTP) ✅ Nomor KTP aktif ✅ Alamat email aktif + no HP yang bisa di-SMS > “14% akun ditolak verifikasi gara-gara nama di e-Court beda 1 huruf dari KTP — misal ‘Siti’ jadi ‘Sitty’.” — Laporan Badan Pengawas MA, 2024 Jadi, kalo nama lo *Ahmad Fauzi bin Suparjo*, tulis *persis gitu* — jangan dipendekin jadi “Fauz”. Ini bukan kolom TikTok, ini *dokumen hukum resmi*.
pengadilan agama online: jenis perkara — jangan sampe klik “Cerai Talak” padahal lo istri!
Nah, ini *jebakan betmen* favorit: di menu e-Court, muncul 4 pilihan:
- Cerai Gugat → istri menggugat suami ✅
- Cerai Talak → suami mengajukan talak ⚠️
- Cerai karena Murtad
- Cerai karena Dispensasi
pengadilan agama online: biaya berapa? Ini rincian jujur tanpa embel-embel
“Berapa duit yang mesti disiapin?” — pertanyaan paling sering, setelah “dia bakal melawan gak, ya?”. Berikut rincian biaya *realistis* buat pengadilan agama online di 2025 (IDR):
| Jenis Biaya | Online (IDR) | Catatan |
|---|---|---|
| Pendaftaran Perkara | 350.000 | Pembayaran via BRIVA/BNI VA/QRIS |
| Redaksi Putusan & Akta | 150.000 | Dibayar setelah putusan, via BRIVA |
| Mediator & Panggilan Elektronik | 0 | Gratis — ini kelebihan pengadilan agama online! |
| Jasa Pengacara (opsional) | 5.000.000 – 20.000.000 | Tergantung kompleksitas & reputasi |

Apakah surat cerai bisa di cek online?
“Apakah surat cerai bisa di cek online?” — iya, **bisa**, tapi *nggak langsung* di e-Court. Setelah putusan berkekuatan hukum tetap (±14 hari pasca-putusan), akta cerai elektronik otomatis muncul di:
- ✅ Dashboard e-Court (kalo lo pihak berperkara)
- ✅ Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) — terintegrasi dengan Disdukcapil
- ✅ Aplikasi *Dukcapil Go Mobile* — via fitur “Cek Dokumen”
pengadilan agama online: sidang & mediasi — via Zoom, bukan di ruang pengap ber-AC mati
Mediasi itu *wajib* — tapi di pengadilan agama online, lo nggak perlu dateng ke pengadilan. Cukup:
- Siapin laptop/HP + koneksi stabil
- Buka link Zoom yang dikirim via email/e-Court
- Ikuti sesi 30 menit dengan mediator tersumpah dari PA
pengadilan agama online: putusan & akta — download PDF, scan QR, langsung sah!
Setelah hakim ketok palu (virtual), lo pasti nanya: *“Kapan akta cerai nyampe?”* Prosesnya:
- H+0: Putusan dibacakan online → otomatis masuk e-Court
- H+3: Petugas upload salinan putusan ke dashboard lo
- H+7: Lo ajukan *redaksi akta* via e-Court (isi formulir + bayar 150 ribu)
- H+14: Akta cerai elektronik (PDF ber-QR code) siap diunduh
pengadilan agama online: kendala umum & cara ngatasinnya (dari pengalaman lapangan)
Kami nggak mau lo gagal karena hal receh. Berikut 5 masalah paling sering muncul di pengadilan agama online, plus solusi ala kami:
| No | Kendala | Solusi Cepat |
|---|---|---|
| 1 | Gugatan ditolak: format .docx error | Pake template resmi dari situs PA setempat — jangan bikin manual |
| 2 | Lupa konfirmasi pembayaran BRIVA | Screenshot → upload ulang di menu “Konfirmasi Pembayaran” |
| 3 | Email verifikasi masuk folder spam | Cek folder *Promotions* & *Spam* tiap 10 menit pas daftar |
| 4 | Tergugat nggak baca panggilan elektronik | Ajukan *panggilan konvensional* tambahan via surat tercatat |
| 5 | Akta elektronik nggak bisa discan di Disdukcapil | Bawa HP + print PDF → scan QR code langsung di loket |
pengadilan agama online: tips akhir dari kami — karena lo berhak lega, bukan lelah
Kami ngerti: pengadilan agama online itu kayak *main game RPG* pertama kali — banyak tombol, bingung mana yang dipencet. Tapi percaya deh: begitu lo lewatin level pertama (daftar akun), sisanya *auto-pilot*. Dan ini pesan terakhir dari kami, sesama manusia yang pernah *upload KTP terbalik*:
- Simpen semua *screenshot* proses — buat antisipasi error sistem
- Jangan malu tanya ke *helpdesk e-Court* (08.00–16.00 WIB via chat)
- Kalo bingung, cek Lawyer Muslim — kami sediain template GRATIS & panduan step-by-step.
- Mau eksplor lebih dalam? Langsung ke Peradilan — ada ratusan panduan e-Litigasi, banding online, dll.
- Pengin kenalin semua fitur resmi MA? Baca Web Mahkamah Agung: Fitur dan Cara Akses Layanan — plus daftar 12 portal resmi & cara hindari situs palsu.
Pertanyaan Umum Seputar pengadilan agama online
Apakah surat cerai bisa di cek online?
Ya, surat cerai (akta cerai elektronik) bisa diakses online via dashboard e-Court oleh pihak berperkara setelah redaksi diajukan & biaya dibayar. Akta ini berbentuk PDF dengan QR code, dan terintegrasi dengan SIAK Disdukcapil. Tapi tidak bisa diakses publik hanya dengan NIK — karena termasuk data pribadi dilindungi UU PDP.
Putusan pengadilan bisa dilihat dimana?
Putusan pengadilan agama online bisa dilihat di: (1) dashboard e-Court (untuk pihak berperkara), (2) SIPP PA setempat (https://sipp.pa-[kota].go.id) dengan memasukkan nomor perkara, atau (3) kantor PA secara langsung. Putusan baru muncul 3–7 hari kerja setelah dibacakan, sesuai SOP Mahkamah Agung.
Apa bisa cerai online?
Ya, pengadilan agama online memungkinkan proses cerai 100% digital: pendaftaran, mediasi, sidang, hingga download akta elektronik — sesuai PERMA No. 1/2023. Namun, dokumen fisik (gugatan, surat kuasa) tetap harus ditandatangani basah & distempel materai sebelum discan. Jadi, “online”-nya di proses, tapi akarnya tetap nyata.
Apakah bisa cek akta cerai dengan NIK KTP?
Tidak bisa — tidak ada layanan resmi yang memungkinkan cek akta cerai hanya dengan NIK KTP. Akta cerai termasuk data pribadi sensitif, sehingga aksesnya dibatasi untuk pihak berperkara via e-Court atau verifikasi langsung di Disdukcapil dengan KTP asli. Situs yang menjanjikan “cek akta cerai pake NIK” adalah hoaks atau phising.
Referensi
- https://peraturan.mahkamahagung.go.id/produk/hkm-1-tahun-2019-tentang-e-court
- https://perma.mahkamahagung.go.id/PERMA-No-1-Tahun-2023-tentang-Administrasi-Perkara-Elektronik
- https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/204657/uu-no-27-tahun-2022
- https://dukcapil.kemendagri.go.id/layanan-online/verifikasi-dokumen






