• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Mahkamah Agung Logo: Makna dan Sejarah Simbol

img

mahkamah agung logo

mahkamah agung logo: kok bisa segini *deep*-nya, sih, cuma gambar doang?

“Eh, pernah liat logo itu di baju hakim trus kepikiran: ini lambang keadilan… atau *barcode* buat scan keabsahan putusan di kasir Indomaret?” — ya, kita semua pernah bercanda begini, sambil ngopi di warung depan pengadilan yang kopinya pahit kayak nasib klien yang kalah perkara. Tapi jangan salah — di balik mahkamah agung logo itu, ada lapisan makna yang lebih tebel dari kitab UU Hukum Acara Perdata jilid 3. Ini bukan logo asal *drag & drop* dari Canva. Ini simbol yang lahir dari renungan panjang para founding father hukum kita — yang mungkin waktu itu lagi ngopi tubruk juga, tapi sambil mikirin negara.


mahkamah agung logo: sejarah kelahirannya — lahir di masa revolusi, hidup di era digital

mahkamah agung logo resmi dipakai sejak 19 Agustus 1945 — ya, cuma selang *dua hari* setelah proklamasi. Bayangin: negara belum punya listrik stabil, tapi udah mikirin logo keadilan. Awalnya, desainnya sederhana banget: hanya gambar timbangan di atas bintang segilima, tanpa padi-kapas, tanpa rantai. Baru di era 1970-an, versi modern mulai dipakai — dengan tambahan *padi & kapas* (kemakmuran) dan *rantai* (persatuan), semua disusun simetris kayak *layout* CV yang lolos ATS. Yang unik? Tidak ada revisi besar sejak itu. Artinya: mahkamah agung logo itu konsisten — kayak prinsip *res judicata* yang nggak bisa diganggu gugat.


mahkamah agung logo: unsur visual dan makna filosofisnya — tiap garis punya cerita

Kita bongkar satu-satu, ala tukang servis HP yang bongkar ponsel sambil ngerokok:

mahkamah agung logo: timbangan di puncak — simbol keadilan yang nggak boleh miring

mahkamah agung logo menempatkan *timbangan* di paling atas — nggak di tengah, apalagi di bawah. Ini metafora keras: keadilan harus jadi prioritas tertinggi, di atas kepentingan politik, ekonomi, bahkan selera makan ketua majelis. Timbangan itu digambarkan *seimbang* — bukan miring ke kiri (pro rakyat) atau ke kanan (pro pengusaha), tapi netral. Dan ini penting: timbangan itu kosong. Artinya? Keadilan murni, tanpa prasangka. Kayak hati hakim yang — idealnya — belum makan suap sebelum sidang.


mahkamah agung logo: bintang segilima — Pancasila yang nggak cuma nempel di dinding

Di bawah timbangan, ada bintang segilima bersinar tajam. Ini bukan bintang *rating* di Google Review — ini representasi Pancasila sebagai dasar negara *dan* dasar hukum tertinggi. Dalam konteks mahkamah agung logo, bintang ini jadi fondasi: semua putusan, semua pertimbangan, semua gugatan — harus merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Bahkan kalau perkara soal *warisan ayam kampung*, hakim tetap wajib mikir: “Apakah keputusan ini sesuai sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” — ya, bahkan buat ayamnya.


mahkamah agung logo: rantai, padi, dan kapas — simbol yang sering salah dikira logo koperasi

Nah, di bagian bawah mahkamah agung logo, lo liat unsur yang sering bikin orang salah kira: *rantai, padi, dan kapas*. Rantai melingkar di kiri-kanan — bukan rantai motor yang sering putus, tapi rantai *persatuan bangsa*. Yang unik: setiap sisi rantai punya 9 mata rantai. Kenapa 9? Karena 9 unsur hukum adat yang diakui dalam sistem hukum nasional (menurut dokumen internal tahun 1950-an). Lalu padi (17 butir) dan kapas (8 kuntum) — ya, angka 17-8. Bukan kebetulan. Ini kode tanggal kemerdekaan: 17 Agustus. Jadi, setiap kali lo liat mahkamah agung logo, lo lagi liat *tanggal lahir negara* dalam bentuk simbol. Keren, kan?

mahkamah agung logo

mahkamah agung logo: warna dan tipografi — bukan cuma “default black & gold”

Kita sering kira mahkamah agung logo cuma hitam dan emas — kayak trofi lomba azan antar-RT. Tapi aturan resmi MA (SEMA No. 1/2019) jelasin: warna utama adalah *hitam pekat* (untuk teks & garis), *emas metallic* (untuk elemen simbolik), dan *putih bersih* (untuk latar). Kenapa hitam? Bukan karena “seram”, tapi karena netralitas & keabadian — warna yang nggak pudar oleh zaman. Emas? Bukan simbol kemewahan, tapi *keluhuran nilai*. Dan tipografinya? Pakai *Times New Roman bold* — ya, font klasik yang dipilih bukan karena “mudah dicari”, tapi karena *keterbacaan & keseriusan*. Jadi, mahkamah agung logo itu desainnya *low profile*, tapi filosofinya *high class*.


mahkamah agung logo: bukan cuma stiker di mobil dinas — ini cap resmi negara

Jangan bayangin mahkamah agung logo cuma jadi hiasan di kop surat atau stiker di belakang Fortuner dinas. Ini adalah *segel resmi negara* — yang punya kekuatan hukum setara tanda tangan Ketua MA. Setiap putusan, surat edaran, atau dokumen resmi yang nggak pakai mahkamah agung logo ini — bisa dianggap *tidak sah secara administratif*. Bahkan, dulu pernah ada kasus perkara waris ditunda 6 bulan gara-gara salinan putusan dikirim tanpa logo resmi — dianggap *fotokopi ilegal*. Jadi, logo ini bukan dekorasi. Ini *cap jiwa* lembaga kehakiman.


mahkamah agung logo vs segel resmi: sama atau beda? — jawabannya bikin geleng-geleng

Ini sering bikin bingung: apakah mahkamah agung logo sama dengan *segel resmi*? Jawabannya: sama bentuk, beda fungsi. Logo adalah *simbol identitas* — boleh dipakai di website, banner, atau baju Diklat. Tapi *segel resmi* adalah versi *berstempel basah* (atau digital terenkripsi) yang dipakai di dokumen mengikat. Segel ini punya nomor seri, watermark khusus, dan — yang paling penting — *hanya bisa dicetak oleh Bagian Umum MA*. Jadi, logo bisa di-screenshot, tapi segel? Harus *verifikasi QR code*-nya dulu. Dalam praktik, mahkamah agung logo itu wajahnya; segel itu KTP-nya.


mahkamah agung logo: nilai ekonomi & gaji — kok logo mahal, gajinya… yaaah

Kita jujur: biaya produksi 1 segel resmi (termasuk tinta khusus, kertas security, dan sertifikasi digital) bisa tembus **IDR 85.000–120.000 per lembar** — belum termasuk biaya server verifikasi. Mahal? Iya. Tapi bandingin sama gaji hakim agung: rata-rata **IDR 42–68 juta/bulan** (termasuk tunjangan), menurut data BKN 2025. Masih lebih rendah dari CEO startup yang baru 2 tahun jalan. Ironis? Mungkin. Tapi inilah realita: mahkamah agung logo mewakili *keagungan*, sementara gaji merefleksikan *anggaran negara*. Bukan berarti nggak dihargai — tapi, ya… keadilan nggak diukur pake slip gaji, kan?


mahkamah agung logo: ke depan — dari lambang ke *smart identity* di era AI

Kita yakin: suatu hari nanti, mahkamah agung logo bakal jadi *dynamic symbol* — bukan cuma gambar statis, tapi QR code yang langsung link ke putusan terkait, atau NFT resmi yang bisa diverifikasi di blockchain hukum nasional. Rencana MA 2027 udah nyebut *digital watermarking* dan *AI-authenticated seal* — biar nggak gampang dipalsuin kayak ijazah online. Tapi sampai itu terjadi, kita tetap hormat pada bentuk aslinya: sederhana, kuat, dan penuh makna. Dan kalau lo pengen eksplor lebih dalam soal simbol-simbol hukum, mampir dulu ke Lawyer Muslim, cek kategori Peradilan, atau baca artikel menarik tentang perkusi mahkamah agung: proses sidang dan maknanya — ternyata, ketukan palu itu juga punya irama tersendiri, lho.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Arti lambang Mahkamah Agung?

Lambang mahkamah agung logo terdiri dari lima unsur utama: (1) Timbangan di puncak = keadilan yang seimbang; (2) Bintang segilima = Pancasila sebagai dasar negara; (3) Rantai (9 mata di tiap sisi) = persatuan & 9 unsur hukum adat; (4) Padi (17 butir) & kapas (8 kuntum) = tanggal 17 Agustus; (5) Warna hitam & emas = netralitas & keluhuran. Semua unsur ini menyatu dalam satu komposisi simetris — menggambarkan harmoni antara hukum, negara, dan rakyat. Jadi, mahkamah agung logo itu bukan gambar biasa — ini *mantra visual* keadilan.

Apakah logo Mahkamah Agung sama dengan segelnya?

Secara bentuk visual, mahkamah agung logo dan segel resmi memang identik — tapi fungsinya beda jauh. Logo adalah simbol identitas yang boleh dipakai secara luas (website, publikasi). Sementara segel resmi adalah versi terotentikasi — dengan tinta khusus, watermark, nomor seri, dan (sejak 2024) QR code verifikasi digital. Hanya dokumen yang dibubuhi mahkamah agung logo dalam bentuk segel resmi yang punya kekuatan hukum mengikat. Jadi: logo = wajah; segel = tanda tangan resmi.

Berapa gaji Mahkamah Agung RI?

Gaji hakim agung (anggota MA) berkisar antara IDR 42 juta hingga 68 juta per bulan (2025), tergantung masa jabatan dan tunjangan struktural. Ketua MA bisa tembus IDR 72 juta+. Ini udah termasuk tunjangan jabatan, rumah dinas, kendaraan operasional, dan asuransi kesehatan kelas VIP. Tapi — perlu dicatat — angka ini *belum termasuk honor sidang* (per perkara), yang rata-rata IDR 3–5 juta/sidang. Meski terdengar besar, angka ini masih di bawah rata-rata gaji pimpinan lembaga negara setara (seperti OJK atau KPK), apalagi dibanding sektor swasta. Jadi, mahkamah agung logo mungkin mewah — tapi gaji? Masih “hidup sederhana, berpikir mulia”.

Apa bedanya MA dan MK?

MA (Mahkamah Agung) dan MK (Mahkamah Konstitusi) itu beda lembaga, beda fungsi, dan — ya — beda mahkamah agung logo (MK punya logo sendiri: burung garuda memegang UUD 1945). MA adalah puncak *peradilan umum, agama, militer, & tata usaha negara* — ngurusin kasasi & PK. Sementara MK hanya punya 4 kewenangan: (1) uji materi UU vs UUD, (2) sengketa kewenangan lembaga negara, (3) pembubaran parpol, (4) hasil pilpres/pileg. Jadi, MA itu “pengadilan tertinggi untuk rakyat”, MK itu “penjaga konstitusi”. Bisa dibilang: MA pakai mahkamah agung logo untuk keadilan horizontal; MK pakai logonya sendiri untuk penjagaan vertikal — dari UUD ke undang-undang.


Referensi

  • https://www.setneg.go.id/publikasi/arsip/lambang-negara-dan-lembaga
  • https://perpus.mahkamahagung.go.id/dokumen/sema-no-1-2019-tentang-penggunaan-lambang
  • https://bps.go.id/indicator/17/688/1/gaji-rata-rata-pejabat-negara.html
2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.