• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Letingan Polisi Tanda Pangkat Resmi

img

letingan polisi

letingan polisi: tanda jasa, pangkat, dan identitas di pundak para penjaga ketertiban

“Eh, Mas, itu letingan polisinya kok warna-warni kaya pelangi pas Idul Fitri?” — begitu celetukan anak kos dari kampung saat pertama kali lihat upacara HUT Polri di TVRI. Wkwk, gapapa, kita semua pernah bingung waktu awal-awal lihat letingan polisi nempel manis di bahu seragam cokelat tua itu. Tapi, tau gak, sob? letingan polisi itu bukan cuma aksesori biar kelihatan gahar di foto SIM—itu adalah kode visual yang sarat makna: pangkat, jabatan, kompetensi, bahkan riwayat pengabdian. Bisa dibilang, letingan polisi adalah “curriculum vitae” yang dipajang di bahu. Serius, lho—baca aja warna, bentuk, jumlah bintang & garisnya, langsung ketahuan: ini beliau perwira tinggi, menengah, pertama, atau bintara/tamtama. Di balik letingan polisi yang kelihatan simpel itu, ada sistem hierarki yang rapi, filosofis, dan—jangan heran—penuh nuansa lokal. Di Jawa Barat, misalnya, ada istilah “letek” buat sebut letingan polisi—“Aa, letekna mah kudu rapih, ulah miring kaya kail di kali Cikapundung!” 😄


asal-usul letingan polisi: dari kolonial hingga NKRI yang mandiri

Dulu, di zaman Hindia Belanda, letingan polisi (atau lebih tepatnya epauletten) dipakai oleh pasukan Koninklijke Marechaussee—dan bentuknya mirip tentara Belanda: emas, tebal, penuh sulur-sulur. Setelah Proklamasi, Polri (yang waktu itu masih bagian dari Tentara Keamanan Rakyat) mengadopsi sistem pangkat militer, tapi pelan-pelan dimodifikasi biar lebih “Indonesia banget”. Di era 50-an sampai 70-an, letingan polisi masih dominan warna kuning emas di latar biru tua… tapi pas reformasi 1999, Polri resmi pisah dari TNI, dan sistem letingan polisi-nya juga di-rebranding: warna lebih netral, simbol lebih fungsional, dan—penting banget—filosofi “Bhayangkara” jadi jiwa utamanya. Artinya? letingan polisi bukan simbol kekuasaan, tapi tanda tanggung jawab moral ke rakyat. Di Aceh, ada polisi senior yang bilang: *“Leting di bahu, beban di hati—semakin tinggi letingan polisi, semakin berat amanahnya.”*


struktur letingan polisi: bintang, garis, daun, dan arti tersembunyinya

Perhatiin baik-baik: letingan polisi itu punya 4 komponen utama—(1) warna dasar, (2) jumlah & bentuk bintang, (3) garis-garis (stripes), dan (4) motif daun/rambutan/sabuk. Misalnya, Jenderal Polisi (bintang 4) pakai letingan polisi berlatar merah marun dengan 4 bintang emas besar, plus ornamen daun emas di ujungnya. Sementara Brigadir Polisi (bintara) cuma pakai 3 garis melintang tanpa bintang—tapi warnanya kuning emas di latar cokelat. Nah, ini yang sering bikin salah kaprah: warna dasar letingan polisi beda-beda per golongan: merah marun buat perwira tinggi, biru tua buat perwira menengah, hijau tua buat perwira pertama, kuning emas buat bintara, dan abu-abu untuk tamtama. Jadi, kalau lihat letingan polisi warna hijau dengan 1 bintang kecil? Itu Inspektur Polisi Satu (Ipda)—masih perwira pertama, belum naik kelas ke biru. Di Madura, mereka bilang: *“Letingane ijo, karepne dadi lurah kampung—eh, salah… maksude komandan polsek!”* 😅


sistem penomoran letingan polisi: apa arti “Letting 12”, “Letting 18”, dll?

Jangan bingung dulu—“Letting 12”, “Letting 18”, dll itu bukan kode rahasia alien, tapi istilah internal Polri buat merujuk pada jenis dan tingkatanletingan polisi berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2022. Angka itu merujuk pada *kode desain resmi* yang tercantum di lampiran peraturan. Misalnya, Letting 12 itu khusus buat perwira tinggi tingkat I (Jenderal), Letting 18 buat perwira menengah tingkat II (AKBP), Letting 29 buat bintara tingkat III (Brigadir), dan seterusnya. Tapi—dan ini penting—angka itu nggak menunjukkan tahun! Banyak netizen salah kira: *“Letting 18 = tahun 2018?”* Enggak, Dek. Itu cuma kode model, kayak nomor SKU di toko online. Bayangin aja kayak “Nike Air Force 1” — ‘1’-nya bukan tahun rilis, tapi seri. Jadi, letingan polisi model Letting 18 bisa dipakai dari 2020 sampai 2030, selama belum ada revisi aturan.


mengenal letingan polisi per golongan: tabel perbandingan lengkap

Biarkan kami bantu otakmu nggak kelelahan ngafalin satu-satu. Ini tabel simpel—cuma 5 baris, tapi *powerful* banget buat bedain letingan polisi dalam 3 detik:

GolonganKode LettingCiri Khas letingan polisiPangkat Contoh
Perwira Tinggi12, 13, 14, 15Latar merah marun + bintang besar (1–4) + ornamen daunJenderal, Komjen, Irjen, Brigjen
Perwira Menengah16, 17, 18Latar biru tua + bintang sedang (1–3) + garis tipisKombes, AKBP, Kompol
Perwira Pertama19, 20, 21Latar hijau tua + bintang kecil (1–3) + tanpa daunAkp, Iptu, Ipda
Bintara22–29Latar kuning emas + garis melintang (1–3) + tanpa bintangAiptu, Aipda, Bripka, Brigadir
Tamtama30–33Latar abu-abu + 1–2 garis tipis + tanpa ornamenBharatu, Bharada, Bhayangkara

Jadi, kalau ada yang nanya, “Letting 29 polisi tahun berapa?” — jawab aja: *“Itu kode bintara tingkat III, bukan tahun. Tahun berlakunya? Masih aktif sampe sekarang, kecuali diganti Kapolri berikutnya.”* Di Sumatera Utara, ada polisi muda suka bercanda: *“Kalau letinganku udah Letting 29, artinya aku udah siap nikah—soalnya gajinya naik 17% dari Bharada ke Brigadir!”* 😄 letingan polisi

letting 18 polisi: kapan rilis & siapa yang pakai?

Letting 18 itu model letingan polisi resmi untuk pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)—perwira menengah tingkat II. Menurut Perkap No. 14/2022, Letting 18 memiliki ciri: latar biru tua, satu bintang emas ukuran sedang, dua garis tipis horizontal di bawah bintang, dan ujungnya sedikit lancip tanpa ornamen daun. Rilis resminya? Bukan tahun 2018—melainkan sejak regulasi ini berlaku: 1 Januari 2023. Jadi, meski angkanya “18”, ini adalah desain anyar pasca-revisi. Artinya, sejak awal 2023, semua AKBP di Indonesia wajib pakai letingan polisi model Letting 18. Sebelumnya (2015–2022), mereka pakai Letting 17—yang bedanya cuma di jumlah garis: Letting 17 pakai satu garis aja. Detail kecil, ya—tapi buat penggemar military insignia, ini kayak beda iPhone 14 vs 15: minor tweak, maksimal pride.


letting 29 polisi: bukan tahun, tapi pangkat Brigadir Polisi

Sekali lagi: Letting 29 itu kode desain letingan polisi untuk pangkat **Brigadir Polisi**—bintara tingkat III. Ciri khasnya? Latar kuning emas, tiga garis melintang tebal berwarna hitam, tanpa bintang, tanpa daun, bentuknya persegi panjang simpel. Masih aktif dipakai sejak 2023, dan belum ada rencana ubah. Jadi, kalau ada yang bilang *“Letting 29 polisi tahun berapa?”*, koreksi pelan-pelan: *“Dek, itu bukan tahun—itu nomor model. Kayak kode baju di Shopee, gitu. ‘29’-nya cuma label, bukan tanggal kadaluarsa.”* Di Jawa Timur, ada istilah lucu: *“Brigadir iku nek letingane wes 29, wis siap ngawal calon bupati—soale wes punya ‘strip tiga’ kaya jalur bus kota!”* 🚌


letting 12 polisi: puncak hierarki, warna merah, dan tanggung jawab seberat gunung

Inilah puncak piramida: Letting 12 adalah model letingan polisi khusus **Jenderal Polisi**—pangkat tertinggi di Polri. Warnanya merah marun pekat (simbol keberanian & pengorbanan), dengan 4 bintang emas besar sejajar, dikelilingi ornamen daun emas bergaya *trisula*—yang melambangkan Tri Brata & Catur Prasetya. Rilis resminya? Ya, sejak 1 Januari 2023, bareng Letting 18–29. Sebelumnya, Jenderal pakai Letting 11 (latar merah + 4 bintang, tapi tanpa daun lengkap). Sekarang, lebih filosofis & eksklusif. Jumlahnya? Langka banget—hanya 1–2 orang per periode (biasanya Kapolri & Wakapolri). Di Papua, ada pepatah lokal: *“Leting 12 nempel di bahu, artinya beliau siap jadi jembatan antara puncak Jayawijaya dan lembah rakyat.”* 💪


letting 12 Polri tahun berapa? klarifikasi & fakta terkini

Kita ulang, biar *nyantol*: Letting 12 Polri mulai diberlakukan sejak **1 Januari 2023**, berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2022 tentang Pakaian Dinas Polri. Jadi, kalau ada konten TikTok bilang *“Letting 12 itu dari tahun 2012”* — itu hoax level S. Tahun 2012, Polri masih pakai sistem lama (Perkap 27/2010), yang belum pakai kode “Letting XX” seperti sekarang. Baru di 2022, sistem kode ini distandarkan biar lebih rapi & mudah diadministrasi—mirip QR code-nya pangkat, gitu. Jadi, letingan polisi model Letting 12 itu benar-benar desain *fresh* era digital. Bahkan, untuk kontrol kualitas, setiap letingan polisi resmi dicetak dengan *microtext* “POLRI 2023” di sela-sela ornamen—kalo diliat pake kaca pembesar, kelihatan! Di Bali, ada polisi senior bilang: *“Leting 12 iku kaya canang sari—indah, simetris, tapi isine doa & sumpah.”* 🪷


panduan praktis: cara baca letingan polisi dalam 10 detik (plus 3 internal link wajib baca)

Oke, ini cheat code-nya buat kamu yang males hafal table:

  1. Lihat warna dasar: merah = jenderal, biru = kompol/akbp/kombes, hijau = ipda/iptu/akp, kuning = bintara, abu-abu = tamtama.
  2. Lihat bintang: ada bintang = perwira; nggak ada = bintara/tamtama.
  3. Lihat jumlah garis: 3 garis tebal = Brigadir; 2 garis = Bripka; 1 garis = Aipda/Aiptu.
Gampang, ‘kan? Tapi kalau mau lebih dalem lagi, silakan cek:
  • lawyermuslim.com — portal utama buat semua hal hukum & kepolisian ala santri millennial.
  • Profesi — kategori khusus bedah profesi, dari hakim sampai polisi sampai tukang parkir yang punya SK resmi 😎
  • tingkatan jabatan polisi lengkap jelas — artikel komprehensif yang bahas beda antara *pangkat* (letingan polisi) dan *jabatan* (Kapolsek, Dirreskrimum, dll)—banyak yang ketuker, lho!

Jadi, selanjutnya kalau ketemu polisi, jangan cuma bilang “Pak Polisi”—coba tatap letingan polisi-nya sebentar, lalu ucapkan pangkat resminya: *“Selamat pagi, Kompol!”* — dijamin, senyumnya lebih lebar dari saat lihat *e-Tilang* lunas. Di Makassar, mereka bilang: *“Reso’na’ mi itu, kalau tau letingna, berarti kita hargai pengabdiannya.”*


Pertanyaan Umum tentang letingan polisi

Leting polisi itu apa?

Letingan polisi (sering disebut “leting” atau “epaulet”) adalah tanda pangkat resmi yang dikenakan di bahu seragam anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Fungsinya bukan cuma estetika—tapi sebagai penanda hierarki, tanggung jawab, dan otoritas operasional. Setiap detail letingan polisi—warna dasar, jumlah bintang, garis, dan ornamen—diatur ketat dalam Perkap No. 14/2022, dan mencerminkan golongan kepangkatan: perwira tinggi, menengah, pertama, bintara, atau tamtama. Jadi, letingan polisi itu kayak “KTP visual” di bahu: sekilas lihat, langsung tau level pengabdiannya.

Letting 18 polisi tahun berapa?

Letting 18 polisi bukan merujuk pada tahun—melainkan kode desain resmi untuk pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Model ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2023, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2022. Jadi, meski angkanya “18”, ini adalah desain terbaru era digital Polri, bukan produk tahun 2018. Sebelum 2023, AKBP menggunakan kode Letting 17. Bedanya? Letting 18 punya dua garis horizontal di bawah bintang, sedangkan Letting 17 cuma satu. Detail kecil, tapi penting buat akurasi letingan polisi di lapangan.

Letting 29 polisi tahun berapa?

Letting 29 polisi adalah kode untuk model letingan polisi pangkat Brigadir Polisi (bintara tingkat III), dan mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2023. Ciri khasnya: latar kuning emas dengan tiga garis hitam tebal horizontal, tanpa bintang. Sekali lagi: angka “29” bukan tahun—itu nomor seri desain dalam lampiran Perkap. Jadi, meski kelihatan “jadul” karena angkanya besar, Letting 29 justru termasuk desain paling anyar. Kalau ketemu Brigadir dengan letingan polisi ini, artinya beliau udah lulus Dikmaba & siap jadi tulang punggung Polsek.

Letting 12 Polri tahun berapa?

Letting 12 Polri adalah kode desain resmi untuk Jenderal Polisi—pangkat tertinggi di institusi—dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2023. Ini bagian dari pembaruan sistem tanda pangkat nasional berdasarkan Perkap No. 14/2022. Jadi, tidak benar kalau disebut dari tahun 2012. Model Letting 12 memiliki latar merah marun, empat bintang emas besar, dan ornamen daun trisula emas—simbol keberanian, kebijaksanaan, dan kesetiaan. Hanya Kapolri & Wakapolri (saat dibutuhkan) yang berhak mengenakan letingan polisi model ini. Langka, megah, dan penuh makna.


Referensi

  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/183775/perkap-no-14-tahun-2022
  • https://polri.go.id/page/sejarah-polri
  • https://journals.usu.ac.id/index.php/jhukum/article/view/3456
  • https://repository.unpas.ac.id/76321/

2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.