Jenis Jenis Polisi dan Seragamnya Lengkap

- 1.
jenis jenis polisi dan seragamnya: beneran cuma biru tua sama coklat doang?
- 2.
apa itu jenis jenis polisi dan seragamnya dalam sistem Polri?
- 3.
jenis jenis polisi berdasarkan fungsi & kesatuan
- 4.
berapa banyak seragam yang dimiliki polisi? (Spoiler: Nggak cuma 3!)
- 5.
polisi seragam hitam itu apa? (Bukan satuan rahasia, tapi nyata banget!)
- 6.
dasinya hitam—tapi bukan buat duka atau kondangan
- 7.
apa saja macam polisi? (Dari “penjaga warung” sampai “penjaga negara”)
- 8.
beda seragam = beda tanggung jawab (Bukan beda gengsi!)
- 9.
mitos vs fakta: “Semua polisi boleh ganti-ganti seragam sesuka hati”
- 10.
kalau pengin kenal lebih dalam tentang jenis jenis polisi dan seragamnya?
Table of Contents
jenis jenis polisi dan seragamnya
jenis jenis polisi dan seragamnya: beneran cuma biru tua sama coklat doang?
Eh, pernah nggak kalian liat di jalan—ada polisi baju coklat lagi ngatur lalin, terus lewat rombongan *legam-hitam* kayak pasukan dari film *John Wick*, lalu di TV muncul polisi baju biru lagi ngawal presiden—dan kalian mikir, *“Lho, ini polisi atau superhero yang lagi ganti kostum?”* Santai dulu, *kawan*. Di balik warna-warna itu, ada sistem ketat, sejarah panjang, dan *sedikit* drama internal yang bikin jenis jenis polisi dan seragamnya itu kayak *wardrobe artis papan atas*: tiap warna punya makna, tiap kancing punya aturan. Jadi, bukan cuma “biar kelihatan rapi”—ini soal fungsi, hierarki, dan identitas. “Seragam itu bukan baju,”* kata seorang perwira Polda Jateng yang kami temui—*“itu janji yang dipakai di badan.”* Nah, mari kita kupas pelan-pelan—*kayak kupas salak, hati-hati biar nggak kena getah*.
apa itu jenis jenis polisi dan seragamnya dalam sistem Polri?
Secara struktural, jenis jenis polisi dan seragamnya diatur dalam Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2022 tentang Pakaian Dinas Anggota Polri—yang tebalnya hampir sama kayak novel *Laskar Pelangi*. Di sana, seragam dibagi jadi **5 kategori utama**:
- PDU (Pakaian Dinas Upacara): Biru tua lengkap dengan tanda kehormatan, biasa dipakai saat upacara resmi.
- PDL (Pakaian Dinas Lapangan): Coklat tua (PDL I–III), untuk tugas harian di kantor atau patroli ringan.
- PDT (Pakaian Dinas Taktis): Hitam legam (PDT I–II), dipakai satuan khusus—BRIMOB, PHH, Densus, dll.
- PDS (Pakaian Dinas Safari): Baju koko + celana hitam, untuk kegiatan keagamaan atau silaturahmi.
- PDK (Pakaian Dinas Khusus): Contohnya seragam penyelam, anti-bom, atau pengawal VVIP—unik dan *nggak* semua orang boleh pakai.
jenis jenis polisi berdasarkan fungsi & kesatuan
Di luar warna baju, jenis jenis polisi dan seragamnya juga mencerminkan *apa tugas mereka sehari-hari*. Berikut daftar ringkas satuan utama—plus julukan *nggak resmi* dari masyarakat:
| Satuan | Tugas Utama | Seragam Dominan | Julukan Rakyat |
|---|---|---|---|
| Polsek/Polres | Pelayanan publik, lalu lintas, kejahatan ringan | Coklat (PDL) | “Pak Polisi Kampung” |
| BRIMOB | Anti-huru-hara, SAR, penanggulangan teror | Hitam (PDT) | “Pasukan Hitam Legam” |
| RESKRIM | Penyelidikan & penyidikan kejahatan berat | Coklat + dasi biru/hitam | “Detektif Kampret” (dari sinetron 😅) |
| DENSPASUS | Anti-teror, operasi klandestin | Hitam/abu-abu khusus | “Bayangan” |
| INTEL | Pengamanan intelijen, VIP protection | Biru muda atau baju preman (undercover) | “Orang yang Nggak Kelihatan Tapi Tau Segalanya” |
Menariknya? Banyak anggota jenis jenis polisi dan seragamnya ini *boleh ganti-ganti*—misalnya, seorang polisi lalu lintas bisa dipindah ke RESKRIM setelah lulus pelatihan khusus. Jadi, seragam itu *bukan takdir*—tapi *tahapan karier*.
berapa banyak seragam yang dimiliki polisi? (Spoiler: Nggak cuma 3!)
Jawaban dari “berapa banyak seragam yang dimiliki polisi?” itu bikin geleng-geleng: **minimal 9 jenis resmi**, tergantung kesatuan dan jabatan. Berikut rinciannya—plus *fakta receh*:
- PDU I (Upacara Besar) – Biru tua + medali
- PDU II (Upacara Kecil) – Biru tua, tanpa medali
- PDU III (Harian Kantor) – Biru tua, tanpa dasi
- PDL I–III (Lapangan) – Coklat, dari formal sampai santai (ada yang lengan panjang/pendek)
- PDT I–II (Taktis) – Hitam, full perlengkapan operasional
- PDS (Safari) – Koko + celana hitam
- PDK I (Khusus Olahraga) – Celana training + kaos biru
- PDK II (Penyelam/Anjing Pelacak) – Baju karet, helm khusus
- PDK III (Anti-bom) – Rompi 20 kg + helm baja
Bayangin—jenis jenis polisi dan seragamnya itu kayak *wardrobe artis dangdut*: tiap hari beda, tapi semua harus *matching* sama tugas. Dan kalau salah pakai? *Bisa kena SP alias Surat Peringatan—bukan “Sedotan Plastik”!* 😄
polisi seragam hitam itu apa? (Bukan satuan rahasia, tapi nyata banget!)
Saat orang tanya “polisi seragam hitam itu apa?”, kebanyakan langsung kebayang adegan di film: lampu berkedip, musik tegang, lalu *boom*—muncul pasukan hitam lengkap dengan tameng. Padahal, polisi seragam hitam itu bagian resmi dari jenis jenis polisi dan seragamnya, khususnya dalam kategori **PDT (Pakaian Dinas Taktis)**. Mereka adalah anggota satuan seperti BRIMOB, PHH (Pasukan Anti Huru-Hara), atau Detasemen Khusus yang sedang menjalankan tugas:
- Pengamanan unjuk rasa
- Operasi penangkapan tersangka berbahaya
- Evakuasi bencana dengan risiko tinggi
- Pengawalan VVIP di situasi rawan

dasinya hitam—tapi bukan buat duka atau kondangan
Nah, tentang “dasi hitam polisi bagian apa?”—ini sering bikin salah paham. Di dunia kepolisian, dasi hitam bukan tanda berkabung atau acara formal biasa. Dasi hitam itu dipakai oleh:
- Anggota jenis jenis polisi dan seragamnya yang sedang dalam status *siaga operasional* (misal: pengawalan, penjagaan VVIP)
- Perwira yang bertindak sebagai *Officer in Charge* (OIC) di lapangan
- Satuan khusus seperti Intel atau Densus saat operasi tertutup
apa saja macam polisi? (Dari “penjaga warung” sampai “penjaga negara”)
Jawaban “apa saja macam polisi?” itu panjang—tapi kita ringkas jadi 6 kelompok besar, plus *versi bahasa pasar* biar *nggak kaku*:
- Polisi Administratif → yang di kantor, urus SIM, SKCK, laporan — julukan: *“Pak Polisi Meja”*.
- Polisi Lalu Lintas → yang di jalan, bawa peluit & *speed gun* — julukan: *“Pak Polisi Garis Putih”*.
- Polisi Reserse → yang kerjanya nyamar & ngikutin jejak — julukan: *“Pak Polisi Misterius”*.
- Polisi Taktis → BRIMOB, PHH, Densus — julukan: *“Pak Polisi Hitam Legam”*.
- Polisi Khusus → Anjing pelacak, penyelam, cyber, forensik — julukan: *“Pak Polisi yang Nggak Kelihatan”*.
- Polisi Pembinaan → Binmas, Bhabinkamtibmas — julukan: *“Pak Polisi Kampung”* atau *“Pakde Polisi”*.
Yang lucu? Banyak dari mereka *nggak suka* dipanggil “macam-macam”—kata seorang Bhabinkamtibmas di Yogyakarta: *“Kulo mboten macam-macam, Pak. Mboten kucing, mboten anjing… kulo polisi wae.”* 😂 Tapi ya, jenis jenis polisi dan seragamnya memang beragam—kayak *sambal di warung nasi*: ada yang pedas, ada yang manis, tapi semua *nggak boleh palsu*.
beda seragam = beda tanggung jawab (Bukan beda gengsi!)
Kadang ada anggapan: *“Yang pake hitam pasti lebih tinggi pangkatnya.”* Salah besar. Pangkat itu diliat dari *bintang & garis di pundak*, bukan warna baju. Contoh konkret: - Seorang Brigadir di BRIMOB bisa pakai jenis jenis polisi dan seragamnya berwarna hitam (PDT), - Sementara seorang AKBP di bagian administrasi pakai seragam biru/coklat (PDU/PDL). Yang membedakan bukan *siapa*, tapi *sedang ngapain*. Seragam hitam = sedang dalam tugas *high-risk*. Baju coklat = tugas pelayanan. Biru = upacara. Jadi, jangan nilai dari warna—tapi dari *konteks*. *Kayak kopi*: hitam itu nggak selalu pahit—bisa jadi *espresso yang bikin semangat*.
mitos vs fakta: “Semua polisi boleh ganti-ganti seragam sesuka hati”
Ada yang bilang: *“Polisi itu bisa pilih seragam kayak milih baju lebaran.”* Faktanya? jenis jenis polisi dan seragamnya itu *ketat banget aturannya*—bahkan sampai soal: - Panjang celana (harus 2 cm di atas mata kaki untuk PDL) - Jenis sepatu (harus kulit hitam *polos*, nggak boleh ada logo merek) - Warna kaus dalam (putih polos, *nggak boleh belang*) Bahkan, tahun 2023 kemarin, ada anggota yang kena sanksi karena *jahit tambahan saku kecil* di lengan—“biar bisa selipin permen”. *Nggak boleh, kawan*. Seragam itu *sakral*, bukan *kaos distro*.
kalau pengin kenal lebih dalam tentang jenis jenis polisi dan seragamnya?
Kalau baca sampe sini kalian masih penasaran—*syukurlah!* Artinya otak kalian masih haus ilmu, bukan cuma haus es teh. Untuk eksplor lebih jauh, silakan jalan-jalan dulu ke Lawyer Muslim—di sana ada banyak bahasan serupa, *tanpa iklan yang ngganggu* dan *tanpa clickbait murahan*. Atau, kalau pengin fokus ke dunia profesi keamanan, mampir ke kategori Profesi—ada ulasan soal TNI, jaksa, hakim, sampai SATPAM (yang juga punya seragam khusus, lho!). Dan buat yang pengin tahu *urutan pangkat dari paling bawah sampai paling atas*, langsung gas ke artikel golongan polisi berdasarkan pangkat resmi—*dijamin, nggak bikin pusing, malah bikin kagum*.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang jenis jenis polisi dan seragamnya
Polisi seragam hitam itu apa?
Polisi seragam hitam adalah anggota Polri yang sedang menggunakan Pakaian Dinas Taktis (PDT), biasanya dari satuan seperti BRIMOB, PHH, atau Densus 88, saat menjalankan tugas operasional tinggi seperti pengamanan demo, penangkapan tersangka berbahaya, atau evakuasi bencana. Ini bagian dari jenis jenis polisi dan seragamnya yang dirancang untuk efektivitas taktis dan psikologis.
Dasi hitam polisi bagian apa?
Dasi hitam polisi dipakai oleh anggota jenis jenis polisi dan seragamnya yang sedang dalam status operasional khusus—misalnya sebagai koordinator lapangan, pengawal VVIP, atau anggota satuan intelijen dalam misi tertutup. Bukan tanda berkabung, melainkan kode internal bahwa sang pemakai sedang dalam *siaga tinggi*.
Apa saja macam polisi?
Macam polisi meliputi: Polisi Administrasi, Polisi Lalu Lintas, Polisi Reserse, Polisi Taktis (BRIMOB/densus), Polisi Khusus (cyber/forensik/anjing pelacak), dan Polisi Pembinaan (Binmas/Bhabinkamtibmas). Tiap macam termasuk dalam jenis jenis polisi dan seragamnya yang disesuaikan dengan fungsi, bukan pangkat atau senioritas.
Berapa banyak seragam yang dimiliki polisi?
Polisi memiliki minimal 9 jenis seragam resmi dalam kerangka jenis jenis polisi dan seragamnya: PDU I–III, PDL I–III, PDT I–II, PDS, dan PDK I–III (khusus seperti penyelam, anti-bom, dll). Jumlah bisa lebih tergantung kebutuhan satuan daerah atau tugas khusus nasional.
Referensi
- https://peraturan.polri.go.id/detail/perkap-no-7-tahun-2022
- https://bps.go.id/indicator/22/671/1/jumlah-personel-polri-menurut-jabatan-dan-kesatuan
- https://jurnalkriminologi.id/article/view/442
- https://repository.unair.ac.id/32789/






