Jabatan di Polisi: Struktur Pangkat dan Tugasnya

- 1.
Jabatan di polisi itu apa aja sih, kok ribet banget?
- 2.
Apa aja sih bagian-bagian jabatan di polisi?
- 3.
Kenalan dulu sama pangkat polisi: IPDA dan IPTU itu apa?
- 4.
Brigjen Pol itu jabatan apa di struktur kepolisian?
- 5.
Gimana sih struktur jabatan di polisi dari bawah ke atas?
- 6.
Apa bedanya jabatan struktural dan fungsional di kepolisian?
- 7.
Berapa sih gaji rata-rata berdasarkan jabatan di polisi?
- 8.
Apa aja syarat jadi perwira dengan jabatan di polisi tinggi?
- 9.
Bagaimana peran jabatan di polisi dalam penegakan hukum?
- 10.
Tantangan terbesar dalam menjalankan jabatan di polisi hari ini
Table of Contents
jabatan di polisi
Jabatan di polisi itu apa aja sih, kok ribet banget?
Pernah nggak lu mikir, “Kenapa sih jabatan di polisi tuh kayak pohon keluarga kerajaan?” Beneran, dari tingkat paling bawah sampe jenderal, semuanya punya nama dan tugas yang khas. Nah, jabatan di polisi itu sebenernya nggak cuma soal pangkat, tapi juga soal tanggung jawab, wilayah kerja, dan struktur organisasi yang rapi. Di Indonesia, jabatan di polisi diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2019, dan dibagi jadi dua kategori besar: struktural dan fungsional. Yang struktural itu kayak kepala satuan, sedangkan fungsional itu lebih ke spesialis—misalnya penyidik, intelijen, atau bahkan cyber crime. Jadi, jangan heran kalo liat polisi pake bintang di pundaknya, itu bukan buat gaya-gayaan, tapi simbol dari jabatan di polisi yang diembannya.
Apa aja sih bagian-bagian jabatan di polisi?
Struktur jabatan di polisi tuh kayak jaring laba-laba—kompleks tapi rapi. Mulai dari Mabes Polri, Polda (Kepolisian Daerah), Polres (Kepolisian Resor), sampe Polsek (Kepolisian Sektor). Di tiap tingkatan itu, ada berbagai bagian jabatan di polisi yang saling berkaitan. Misalnya, di Polres ada Kasat Reskrim (Kepala Satuan Reserse Kriminal), Kasat Lantas (Lalu Lintas), Kasat Intelkam (Intelijen dan Keamanan), dan lain-lain. Semua bagian ini punya peran spesifik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jadi, kalau lu butuh bantuan soal kecelakaan, lu nggak usah ke Kasat Intel—langsung aja ke Kasat Lantas. Itu namanya paham alur jabatan di polisi.
Kenalan dulu sama pangkat polisi: IPDA dan IPTU itu apa?
IPDA dan IPTU—dua istilah yang sering bikin orang awam bingung. Padahal, ini bagian dari jabatan di polisi yang cukup dasar tapi penting banget. IPDA (Inspektur Polisi Dua) itu setara dengan Letnan Dua di TNI, sedangkan IPTU (Inspektur Polisi Satu) setara Letnan Satu. Biasanya, mereka ini yang jadi komandan regu atau kepala seksi di tingkat Polsek atau Polres. Nah, meski keliatannya “kecil”, peran mereka dalam operasional harian jabatan di polisi nggak bisa diremehin. Mereka yang sering turun langsung ke lapangan, ngatur patroli, bahkan jadi ujung tombak dalam penanganan kasus ringan. Jadi, jangan sepelekan jabatan di polisi yang satu ini—soalnya mereka tuh garda terdepan keamanan kita.
Brigjen Pol itu jabatan apa di struktur kepolisian?
Brigjen Pol—alias Brigadir Jenderal Polisi—itu udah masuk level jenderal, bro! Ini termasuk jabatan di polisi tingkat tinggi yang biasanya menjabat sebagai Karo (Kepala Biro) di Mabes Polri atau Wakapolda di tingkat provinsi. Pangkat ini setara dengan Brigadir Jenderal di TNI, dan biasanya diemban oleh perwira yang udah puluhan tahun ngabdi. Orang dengan jabatan di polisi ini punya tanggung jawab besar: ngatur kebijakan, koordinasi antar satuan, bahkan kadang jadi juru bicara resmi kepolisian. Jadi, kalo lu liat Brigjen Pol di berita, itu bukan sembarang polisi—itu salah satu pilar utama dari sistem jabatan di polisi nasional.
Gimana sih struktur jabatan di polisi dari bawah ke atas?
Bayangin struktur jabatan di polisi kayak tangga—ada anak tangga paling bawah (Bhayangkara), terus naik ke Bripka, Aipda, IPDA, IPTU, AKP, Kompol, AKBP, Kombes, Brigjen, Irjen, Komjen, sampe jenderal tertinggi: Jenderal Polisi. Tiap anak tangga ini punya fungsi dan wewenang yang beda. Misalnya, Bhayangkara biasanya jadi anggota patroli, sementara Jenderal Polisi bisa jadi Kapolri. Nah, yang unik, jabatan di polisi nggak selalu linear—kadang ada perwira yang punya pangkat tinggi tapi jabatan operasionalnya di daerah terpencil. Tapi tetep aja, semua ini bagian dari sistem yang rapi biar jabatan di polisi bisa berjalan efektif.

Apa bedanya jabatan struktural dan fungsional di kepolisian?
Nih, gini—jabatan di polisi itu dibagi dua: struktural dan fungsional. Jabatan struktural itu kayak manajer: punya anak buah, ngatur operasional, dan punya otoritas administratif. Contohnya: Kapolsek, Kasat Reskrim, Kabag Ops. Sementara jabatan fungsional itu lebih ke ahli teknis—nggak punya anak buah, tapi punya keahlian khusus kayak penyidik, psikolog kepolisian, atau ahli forensik. Meski beda, keduanya sama-sama vital dalam ekosistem jabatan di polisi. Bahkan, kadang seorang penyidik fungsional bisa lebih berpengaruh daripada perwira struktural dalam penyelesaian kasus. Jadi, jangan salah kira—jabatan di polisi itu nggak cuma soal siapa yang paling banyak bintang di pundaknya.
Berapa sih gaji rata-rata berdasarkan jabatan di polisi?
Gaji jabatan di polisi bervariasi banget—tergantung pangkat, masa kerja, dan tunjangan daerah. Berdasarkan data 2024, Bhayangkara bisa dapet sekitar Rp2,8 juta–Rp3,5 juta per bulan, sementara Jenderal Polisi bisa tembus Rp15 juta–Rp20 juta. Tapi inget, itu belum termasuk tunjangan operasional, bahaya, atau kinerja. Nah, yang menarik, jabatan di polisi tingkat menengah kayak IPTU atau AKP justru sering dapet tunjangan paling banyak karena mereka yang paling sering turun lapangan. Jadi, meski keliatannya “biasa aja”, penghasilan mereka bisa lebih gede dari yang lu kira. Ini semua bagian dari skema kompensasi yang mendukung efektivitas jabatan di polisi di seluruh Indonesia.
Apa aja syarat jadi perwira dengan jabatan di polisi tinggi?
Kalo lu mau jadi perwira dengan jabatan di polisi tinggi kayak Kombes atau Brigjen, lu harus lewat jalur pendidikan Akpol (Akademi Kepolisian). Tapi, bukan cuma lulus aja—lu juga harus unggul dalam kinerja, integritas, dan loyalitas. Bahkan, setelah lulus, perwira muda harus lewat masa pengabdian bertahun-tahun sebelum bisa naik ke jabatan di polisi strategis. Selain itu, ada juga jalur SIP (Sekolah Inspektur Polisi) buat anggota bintara yang berprestasi. Jadi, sistem promosi jabatan di polisi tuh nggak asal-asalan—semua diukur berdasarkan kompetensi dan kontribusi nyata.
Bagaimana peran jabatan di polisi dalam penegakan hukum?
Peran jabatan di polisi dalam penegakan hukum itu kayak tulang punggung—nggak keliatan, tapi kalo ilang, semuanya roboh. Dari level terendah sampe tertinggi, setiap jabatan di polisi punya tugas spesifik: menerima laporan, mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, sampe menyerahkan berkas ke kejaksaan. Bahkan, jabatan fungsional kayak penyidik punya kewenangan hukum yang sah untuk melakukan penahanan. Tanpa koordinasi yang solid antar jabatan di polisi, penegakan hukum di Indonesia bisa kacau balau. Makanya, struktur ini dibikin sedemikian rupa biar adil, transparan, dan efektif.
Tantangan terbesar dalam menjalankan jabatan di polisi hari ini
Di era digital kayak sekarang, jabatan di polisi tuh nggak cuma urusan kejar-kejaran sama maling ayam atau razia knalpot—wkwk! Sekarang, polisi juga kudu siap ngadepin cyber crime, hoaks yang nyebar kayak virus, bahkan kejahatan lintas negara yang plot twist-nya bikin pusing tujuh keliling. Nggak heran kalau tantangan jabatan di polisi jadi makin kompleks banget.
Belum lagi isu kepercayaan publik yang kadang naik-turun kayak harga cabai, tekanan politik, plus tuntutan biar selalu transparan. Tapi yang paling “njlimet” tuh pas kudu tetap netral dan profesional di tengah arus informasi yang simpang siur—kadang yang bener dikira salah, yang salah malah dijadiin hero. Huft!
Makanya, banyak perwira muda sekarang dikirim ikut pelatihan digital forensik, manajemen medsos, bahkan psikologi komunikasi. Soalnya di zaman now, jabatan di polisi itu nggak cuma soal senjata atau otot—tapi juga soal akal sehat, empati, dan integritas tingkat dewa. Kalau lu penasaran gimana dunia profesi hukum dan penegakan hukum itu beneran jalan, mending lu intip dulu halaman Profesi di Lawyer Muslim. Atau, buat yang pengin tau struktur karier di kejaksaan dari bawah sampe puncak, cek juga artikel lengkapnya: Kepangkatan Jaksa dari Bawah ke Atas.
Intinya, jadi aparat penegak hukum di zaman kiwari tuh kudu “waskita”—melek teknologi, pinter ngomong, tapi tetep punya prinsip. Kalau lo cari perspektif hukum yang nyambung sama nilai religius, Lawyermuslim.com siap jadi temen ngobrol lu yang gak pernah bohong—kayak bapak RT yang selalu adil!
Pertanyaan Umum Seputar jabatan di polisi
Jabatan polisi apa saja?
Jabatan polisi terdiri dari dua jenis utama: struktural dan fungsional. Jabatan struktural mencakup posisi seperti Kapolsek, Kasat Reskrim, dan Karo di Mabes Polri. Sementara jabatan fungsional meliputi penyidik, intelijen, psikolog kepolisian, dan ahli forensik. Semua ini termasuk dalam sistem jabatan di polisi yang diatur oleh Peraturan Kapolri.
Bagian polisi apa saja?
Bagian dalam kepolisian mencakup Reserse Kriminal (Reskrim), Lalu Lintas (Lantas), Intelijen dan Keamanan (Intelkam), Sabhara (Samapta Bhayangkara), serta Direktorat Tahanan dan Pemasyarakatan. Tiap bagian ini memiliki peran spesifik dalam menjalankan tugas jabatan di polisi di tingkat nasional maupun daerah.
Apa itu IPDA dan IPTU?
IPDA (Inspektur Polisi Dua) dan IPTU (Inspektur Polisi Satu) adalah pangkat perwira pertama dalam struktur jabatan di polisi. IPDA setara Letnan Dua, sedangkan IPTU setara Letnan Satu di TNI. Mereka biasanya menjabat sebagai komandan regu atau kepala seksi di Polsek/Polres, dan merupakan garda terdepan dalam operasional harian jabatan di polisi.
Brigjen Pol jabatan apa?
Brigjen Pol (Brigadir Jenderal Polisi) adalah pangkat perwira tinggi dalam jabatan di polisi. Biasanya menjabat sebagai Kepala Biro di Mabes Polri atau Wakapolda di tingkat provinsi. Jabatan ini memiliki peran strategis dalam kebijakan dan koordinasi nasional terkait jabatan di polisi.
Referensi
- https://www.polri.go.id/id/publikasi/peraturan-kapolri-no-3-tahun-2019
- https://jdih.polri.go.id/peraturan/detail/284
- https://bps.go.id/indicator/22/1631/1/gaji-rata-rata-aparat-penegak-hukum.html
- https://akpol.polri.go.id/profil-lulusan-dan-jenjang-karier
- https://kompas.id/baca/nasional/2023/08/15/struktur-organisasi-polri-dan-tantangan-modernisasi






