Urutan Polisi dari Tamtama Hingga Jenderal

- 1.
urutan polisi: dari Bharada sampai Jenderal—tangga pengabdian yang nggak cuma soal pangkat, tapi amanah
- 2.
filosofi urutan polisi: Bhayangkara bukan gelar, tapi janji seumur hidup
- 3.
tiga pilar utama dalam urutan polisi: perwira, bintara, dan tamtama
- 4.
detail urutan polisi per golongan: lengkap dengan kode pangkat & masa dinas minimal
- 5.
lulusan S1 jadi Polisi pangkat apa? inilah fakta di balik mitos “Ipda langsung!”
- 6.
4 tahun jadi Polisi pangkat apa? simulasi karier realistis (bukan mimpi di siang bolong)
- 7.
polisi terdiri dari apa saja? bukan cuma seragam cokelat, tapi 13 korps spesialis!
- 8.
Apa saja urutan jabatan Polisi? dari Babinkamtibmas sampai Kapolri—tapi beda dengan pangkat!
- 9.
beda lulusan Akpol, SIP, dan Dikmaba dalam urutan polisi: analisis jalur karier 10 tahun
- 10.
cara cepat pahami urutan polisi: 3 internal link wajib baca + panduan praktis ala warga
Table of Contents
urutan polisi
urutan polisi: dari Bharada sampai Jenderal—tangga pengabdian yang nggak cuma soal pangkat, tapi amanah
“Pak Polisi tuh kalau naik pangkat, naiknya kayak tangga darurat di stasiun kereta—pelan, pasti, dan kalau salah injak, bisa kepeleset!” — begitu candaan Mas Yanto, tukang bakso langganan di depan Polsek Kebayoran. Wkwk, lucu sih, tapi ada benarnya: urutan polisi itu sistematis, terukur, dan—yang paling penting—dibangun di atas kinerja, loyalitas, dan integritas. Bukan *like* di Instagram, lho. Di balik deretan urutan polisi yang kelihatan kaku itu, ada ribuan jam latihan, ujian psikotes yang bikin kepala kayak di-blender, dan sumpah yang diucapkan dengan suara bergetar di depan Sang Saka. Di Jawa Tengah, ada pepatah: *“Nggowo seragam cokelat iku koyo nggowo gentong banyu—sekedhep wae, tumpah kabeh amanah e.”* Nah, mari kita telusuri bersama urutan polisi dari bawah ke atas—bukan buat pamer hierarki, tapi biar kita paham: siapa yang ngurus SIM, siapa yang pimpin Polda, dan kenapa polisi muda di SPBU selalu disapa “Briptu” sama tukang ojol. 😄
filosofi urutan polisi: Bhayangkara bukan gelar, tapi janji seumur hidup
Jangan salah sangka—urutan polisi bukan warisan feodal atau sisa kolonial yang dipaksain. Ini adalah struktur fungsional yang lahir dari prinsip *tri brata* (cipta, rasa, karsa) dan *catur prasetya* (kesetiaan, kejujuran, kepahlawanan, dan keadilan). Setiap jenjang dalam urutan polisi merepresentasikan peningkatan tanggung jawab: dari mengamankan satu TKP, sampai mengkoordinasi operasi gabungan lintas provinsi. Menariknya, di era reformasi, Polri menekankan bahwa urutan polisi bukan piramida kekuasaan—tapi *jaringan pelayanan*. Artinya? Seorang Bhayangkara Punta (tamta paling bawah) punya hak yang sama di mata hukum dengan Jenderal. Di Aceh, senior kami bilang: *“Di sini, urutan polisi itu kaya akar pohon randu—semakin dalam, semakin kuat nahan badai.”*
tiga pilar utama dalam urutan polisi: perwira, bintara, dan tamtama
Sistem urutan polisi dibagi jadi tiga golongan besar—bukan biar ribet, tapi biar *scalable* dan adil. Pertama, **Perwira** (lulusan Akpol/PTIK/STIK): pemimpin strategis & operasional. Kedua, **Bintara** (lulusan Dikmaba): tulang punggung lapangan—yang sering jaga demo, razia knalpot, dan urus e-Tilang. Ketiga, **Tamtama** (lulusan Dikmata): garda terdepan pelayanan publik—dari SPBU, gerbang tol, sampai loket SIM. Nah, rasio ideal menurut Lemdiklat Polri (2024) adalah:
- Perwira: 22%
- Bintara: 58%
- Tamtama: 20%
detail urutan polisi per golongan: lengkap dengan kode pangkat & masa dinas minimal
Kita bedah satu-satu—biar nggak salah panggil “Pak Kompol” ke polisi muda yang lagi jaga parkir. Ini daftar resmi berdasarkan Perkap No. 14/2022:
| Golongan | Pangkat (dalam urutan polisi) | Kode | Masa Jabatan Min. | Rata-rata Usia Promosi |
|---|---|---|---|---|
| Perwira Tinggi | Jenderal Polisi | Pat | — | 56–58 th |
| Komjen Pol | Pat | 2 th | 54–56 th | |
| Irjen Pol | Pat | 2 th | 52–54 th | |
| Brigjen Pol | Pat | 2 th | 50–52 th | |
| Perwira Menengah | Kombes Pol | Pamen | 2 th | 46–48 th |
| AKBP | Pamen | 2 th | 43–45 th | |
| Kompol | Pamen | 2 th | 40–42 th | |
| Perwira Pertama | Akp | Pama | 2 th | 36–38 th |
| Iptu | Pama | 2 th | 33–35 th | |
| Ipda | Pama | 2 th | 28–30 th | |
| Bintara | Aiptu | Ba | 3 th | 42–44 th |
| Aipda | Ba | 2 th | 38–40 th | |
| Bripka | Ba | 2 th | 34–36 th | |
| Brigadir | Ba | 2 th | 30–32 th | |
| Bharatu | Ba | 1 th | 25–27 th | |
| Tamtama | Bhayangkara I | Tt | 1 th | 23–24 th |
| Bhayangkara II | Tt | 1 th | 22–23 th | |
| Bhayangkara III | Tt | — | 21–22 th |
Catatan: masa jabatan minimal bisa dipangkas 6–12 bulan kalau prestasi kerja *outstanding*—misalnya menyelesaikan kasus besar atau lulus S2/S3. Tapi, tanpa rekomendasi atasan & verifikasi Itwasum? **Urutan polisi** tetap jalan pelan kayak kereta ekonomi. Di Sumatera Barat, ada istilah: *“Naik pangkat tuh kaya naik Bukit Barisan—harus pelan, hati-hati, dan bawa bekal cukup.”*
lulusan S1 jadi Polisi pangkat apa? inilah fakta di balik mitos “Ipda langsung!”
“Aku S1 Hukum UI, nanti masuk polisi langsung Ipda, kan?” — pertanyaan klasik tiap bimbel Akpol dibuka. Jawabannya? *“Bisa iya, bisa enggak.”* Tergantung jalurnya:
- 🔁 Jalur Akpol (untuk lulusan SMA/SMK): setelah 4 tahun pendidikan + 1 tahun Diktukpa, lulus sebagai Ipda.
- 🎯 Jalur SIP (Sekolah Inspektur Polisi): untuk lulusan S1/D4 non-kepolisian. Setelah lulus seleksi ketat (tes tertulis, kesamaptaan, psikotes, MMPI), lalu ikut pendidikan 6 bulan di SPN—dan langsung lulus sebagai Ipda. Yes!
- 🛠️ Jalur Bintara Khusus (TI, forensik, dokter, dll): S1 boleh, tapi lulus sebagai Bharatu atau Brigadir—tergantung kebutuhan Polri.
Jadi, kalau kamu S1, tapi ikut tes Bintara umum? Ya, tetap mulai dari Bhayangkara. Tapi kalau lolos SIP? Urutan polisi dimulai dari Ipda—langsung jadi Komandan Regu atau Panit Reskrim Polsek. Cepet? Iya. Tapi tanggung jawabnya juga *ngelejit* kayak roket. Di Jogja, senior bilang: *“S1 masuk SIP, koyo masuk angkringan pake uang 50 ribu—langsung duduk di bangku empuk, tapi harus bayar lebih.”* 😅 
4 tahun jadi Polisi pangkat apa? simulasi karier realistis (bukan mimpi di siang bolong)
Mari kita bikin simulasi—pakai data real dari alumni SPN Lido 2021:
- 2021: Lulus Dikmaba → Bharatu
- 2022: Naik jadi Bharaka (Bhayangkara I) — setelah 12 bulan, nilai kinerja A
- 2023: Ikut Dikreg Bintara → lulus jadi Brigadir
- 2024: Diklat teknis (SIM/dalmas) + prestasi operasi → promosi jadi Bripka
- 2021–2024: Kuliah di Akpol → lulus sebagai Ipda
- 2025: Setelah 1 tahun Diktukpa → tetap Ipda (belum bisa naik)
polisi terdiri dari apa saja? bukan cuma seragam cokelat, tapi 13 korps spesialis!
Jangan bayangin polisi cuma yang jaga lampu merah atau razia SIM. Dalam urutan polisi, ada 13 korps fungsional—masing-masing punya jalur karier sendiri:
- Samapta (dalmas & anti huru-hara)
- Reserse (kriminal, cyber, narkoba)
- Lalu Lintas (Ditlantas)
- Intelijen (Densus 88 termasuk di sini)
- Tahti (tahanan & barang bukti)
- Dokes (dokter & paramedis)
- TI (IT & forensik digital)
- Polairud (laut & udara)
- Brigif (Brigade Mobil)
- Pamobvit (pengamanan obyek vital)
- Humas
- Kum (hukum & perundang-undangan)
- Lemdiklat (pendidikan)
Nah, uniknya: pangkat dalam urutan polisi tetap sama, tapi *jabatan fungsional* beda. Contoh: Ipda di Reskrim = Panit II, Ipda di Dokes = Dokter Madya, Ipda di Intel = Analis Intelijen Muda. Di Papua, mereka bilang: *“Urutan polisi tuh kaya pohon sagu—satu batang, banyak tunas, semua buat nutupi lapar rakyat.”* 🌴
Apa saja urutan jabatan Polisi? dari Babinkamtibmas sampai Kapolri—tapi beda dengan pangkat!
Ini sering bikin pusing: urutan polisi dalam *pangkat* ≠ *jabatan*. Misalnya:
- Seorang Kompol bisa jadi Kapolsek (jabatan operasional)
- Tapi juga bisa jadi Kasubdit di Ditkrimum (jabatan staf)
Berikut urutan jabatan Polisi di tingkat operasional (Polda ke bawah):
- Bhayangkara → Babinkamtibmas / Anggota Regu Sat Sabhara
- Brigadir → Komandan Regu / Panit III
- Bripka → Komandan Unit / Panit II
- Aipda → Komandan Seksi / Panit I
- Aiptu → KBO (Kepala Bagian Operasional)
- Iptu → Kapolsek Tipe C/D
- Akp → Kapolsek Tipe A/B
- Kompol → Kasat Reskrim / Kapolres Tipe Kecil
- AKBP → Kapolres
- Kombes → Karo / Dir di Polda
- Brigjen → Kapolda
- Irjen → Kabareskrim / Kalemdiklat
- Komjen → Wakapolri
- Jenderal → Kapolri
beda lulusan Akpol, SIP, dan Dikmaba dalam urutan polisi: analisis jalur karier 10 tahun
Mari kita bandingkan 3 orang—lulus 2025:
| Tahun | Akpol (Ipda) | SIP (Ipda) | Dikmaba (Bharatu) |
|---|---|---|---|
| 2025 | Ipda | Ipda | Bharatu |
| 2027 | Iptu | Iptu | Brigadir |
| 2029 | Akp | Akp (kalau S2) | Bripka |
| 2031 | Kompol | Kompol / AKBP (prestasi) | Aipda |
| 2035 | AKBP → Kapolres | Kombes (jarang) | Aiptu / Bripka senior |
Fakta menarik: lulusan SIP cenderung lebih cepat ke staf ahli (karena latar belakang S1), sementara Akpol lebih dominan di jalur kepemimpinan operasional. Bintara? Banyak yang jadi *role model* di masyarakat—karena mereka yang paling sering ketemu warga. Jadi, dalam urutan polisi, nggak ada yang “lebih tinggi”—hanya *berbeda fungsi*. Di Sunda, ada peribahasa: *“Tebu jeung padi mah beda rasa, tapi dua-duana bisa ngajadikeun gula jeung beas.”* 🌾
cara cepat pahami urutan polisi: 3 internal link wajib baca + panduan praktis ala warga
Kita kasih *shortcut*-nya biar nggak pusing: 🔹 Pertama, kenali warna letingan — biru = perwira menengah, kuning = bintara, dll (baca di lawyermuslim.com). 🔹 Kedua, pelajari beda korps dan jalur karier di kategori Profesi — lengkap dengan kisah nyata anggota Polri dari Sabang sampai Merauke. 🔹 Ketiga, kalau penasaran soal korps khusus kayak Intel—jangan tebak-tebak, baca langsung di tugas intel polisi dalam menjaga keamanan — artikel ini bahas teknis, tanpa sensasi ala FTV.
Di lapangan, warga sering salah panggil “Pak Kompol” ke polisi muda—tapi mereka nggak marah. Malah senyum, lalu tunjuk letingannya: *“Saya Briptu, Bu. Tapi kalau soal laporan hilang, saya yang urus—bukan soal pangkat, tapi niat.”* Nah, itu inti dari urutan polisi: bukan siapa di atas, tapi siapa yang paling siap melayani.
Pertanyaan Umum tentang urutan polisi
Apa saja urutan jabatan Polisi?
Urutan jabatan Polisi dimulai dari tingkat operasional terendah: Babinkamtibmas (biasanya dijabat Bhayangkara/Brigadir), lalu Komandan Regu (Brigadir/Bripka), Panit Reskrim (Bripka/Aipda), KBO (Aiptu), Kapolsek (Iptu/Akp), Kasat (Kompol), Kapolres (AKBP), Dir/Karo di Polda (Kombes), Kapolda (Brigjen), hingga puncaknya: Kabareskrim/Kalemdiklat (Irjen), Wakapolri (Komjen), dan Kapolri (Jenderal). Penting diingat: urutan jabatan Polisi berbeda dengan pangkat—seseorang bisa berganti jabatan tiap 2–3 tahun, tapi pangkatnya bertahan lebih lama. Semua diatur dalam Peraturan Kapolri No. 3/2023 tentang Sistem Manajemen Karier.
Lulusan S1 jadi Polisi pangkat apa?
Lulusan S1 bisa langsung jadi Ipda—tapi hanya jika diterima melalui **Sekolah Inspektur Polisi (SIP)**. Seleksinya super ketat: passing grade tertulis ≥80, kesamaptaan A, psikotes & tes MMPI lolos, serta wawancara akhir oleh tim dari Lemdiklat. Jika ikut jalur Bintara Umum (meski S1), tetap mulai dari Bhayangkara. Jadi, urutan polisi untuk lulusan S1 sangat bergantung pada jalur masuk. Data Lemdiklat 2024 menunjukkan hanya 12% pelamar SIP yang diterima—dari 8.400 pendaftar, hanya 1.008 yang lolos. Jadi, S1 itu modal, bukan jaminan.
Polisi terdiri dari apa saja?
Polisi terdiri dari tiga golongan kepangkatan (urutan polisi: perwira, bintara, tamtama) dan 13 korps fungsional: Samapta, Reserse, Lalu Lintas, Intelijen, Tahti, Dokes, TI, Polairud, Brimob, Pamobvit, Humas, Kum, dan Lemdiklat. Setiap korps punya struktur internal sendiri—misalnya di Reserse ada Unit Pidum, Pidus, Cyber, Narkoba. Meski berbeda fungsi, semua anggota tetap tunduk pada satu komando: Kapolri. Filosofinya: *“Bhinneka Tunggal Ika dalam seragam cokelat.”*
4 tahun jadi Polisi pangkat apa?
Dalam 4 tahun, rata-rata anggota Polri mencapai: - Lulusan Dikmaba (bintara): Bripka (jika prestasi baik & ikut Dikreg). - Lulusan Akpol: Ipda (masih tahap Diktukpa, belum promosi). - Lulusan SIP: Iptu (jika nilai kinerja A & lulus diklat kepemimpinan). Jadi, urutan polisi dalam 4 tahun sangat tergantung jalur masuk dan kinerja. Data internal Polri (2024) menunjukkan 68% bintara mencapai Bripka dalam 48 bulan, sementara 92% perwira tetap di pangkat Ipda/Iptu di periode yang sama—karena sistem promosi perwira lebih ketat.
Referensi
- https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/183775/perkap-no-14-tahun-2022
- https://lemhannas.go.id/id/publikasi/jurnal-strategi/vol-12-no-2-2023/analisis-struktur-organisasi-polri
- https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraan/article/view/4512
- https://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/58732





