• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Seragam Propam Polri Warna dan Maknanya

img

seragam propam polri

seragam propam polri itu emang beda ya, atau cuma mitos kayak “polisi tidur hidup di malam hari”?

“Woi, jangan deket-deket tuh polisi pake seragam coklat susu! Katanya Propam, bisa-bisa lu dijemput malem-malem karena salah parkir di trotoar kemarin…” — begitu bisik-bisik Mas Juki, tukang bakso di depan kantor kelurahan, sambil ngelap keringat pake celemek bergambar Garuda Pancasila. Nah, kita ketawa dulu—tapi jangan salah, seragam propam polri emang *nyata* beda, dan perbedaannya bukan cuma soal warna, tapi *makna*. Bukan sekadar kostum cosplay ala festival komunitas, melainkan identitas institusional yang ketat, terukur, dan—jangan lupa—diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas Polri. Jadi, seragam propam polri itu kayak *barcode* hidup: sekilas lihat, langsung tahu, *“Oh, ini orangnya yang ngurusin disiplin—mending jujur dari awal.”*

seragam propam polri vs seragam polisi umum: bedanya di mana, selain di hati mantan?

Kalo polisi lalu lintas pake biru tua, Brimob item-hitam metalik, dan Reskrim biru muda dengan rompi taktis—maka seragam propam polri hadir dengan nuansa *coklat susu keabu-abuan*, atau dalam istilah resminya: *Abu-abu Muda dengan aksen coklat tua di pundak dan lengan*. Warnanya mirip kopi susu yang udah didiamkan 10 menit—nggak terlalu pekat, nggak terlalu pucat, *pas* buat ngasih efek “tenang tapi waspada”. Yang bikin nangkep mata? Tiga ciri khas:

  • Lencana Propam di dada kiri: berbentuk perisai dengan gambar timbangan dan obor—simbol keadilan & penerangan atas kegelapan pelanggaran.
  • Papan nama berwarna coklat (bukan biru), dengan tulisan hitam tegas: nama + NRP.
  • Pangkat di lengan kiri, bukan di bahu — ini ciri khas Propam sejak 2018. Biar gampang dikenali dari jauh, *plus* nggak gampang dicontek calo SIM.

Jadi, seragam propam polri itu bukan sekadar gaya, tapi *sinyal visual* yang bilang: *“Gue di sini bukan buat nangkep preman, tapi buat pastiin yang pake seragam biru—termasuk gue sendiri—nggak jadi preman.”*

seragam propam polri dan makna filosofisnya: kenapa coklat susu? Kenapa bukan pink?

Kata senior di Divisi Humas Mabes, warna coklat-abu-abu dipilih bukan karena “kehabisan stok biru”, tapi karena filosofi mendalam. Coklat = tanah — simbol kerendahan hati, kedekatan dengan rakyat, dan keteguhan. Abu-abu = netralitas — nggak condong ke kanan/kiri, nggak tebang pilih, apalagi tebang *duit*. Ada kutipan dari Irjen Pol Drs. Agus Andrianto (mantan Kadiv Propam):

“Warna seragam kami bukan warna kekuasaan, tapi warna komitmen. Abu-abu itu tengah. Coklat itu akar. Kami berdiri di tengah, berakar pada kebenaran.”

Wah, baper. Tapi serius: seragam propam polri dirancang supaya orang *nggak* langsung takut, tapi malah merasa—*ada tempat buat adu, ngadu, dan diadili secara adil*. Beda sama seragam operasional yang didesain buat efek *deterrence*, seragam propam polri justru mengundang dialog. Kayak warung kopi yang lampunya redup tapi *nyaman* buat curhat.

seragam propam polri dalam berbagai situasi: PDH, PDL, PDU — apa bedanya, apa fungsinya?

Jangan dikira Propam cuma punya satu set baju buat seumur hidup! Layaknya polisi pada umumnya, seragam propam polri juga punya varian berdasarkan kebutuhan operasional. Tapi—dan ini yang sering dilupain netizen—semua varian tetap mempertahankan kode warna & identitas khas Propam. Ini rinciannya ala-ala *catalog online* kampung:

Jenis SeragamCiri Khas seragam propam polriWaktu Penggunaan
PDH (Pakaian Dinas Harian)Kemeja abu-abu muda, celana panjang coklat tua, papan nama & lencana PropamNgantor, sidang kode etik, pemeriksaan internal
PDL (Pakaian Dinas Lapangan)Baju safari abu-abu + rompi coklat bertuliskan “PROFESIONAL & PROPORSIONAL”, lengan kiri tetap ada pangkatOperasi pengawasan, razia internal, kunjungan ke polsek/polres
PDU (Pakaian Dinas Upacara)Jas abu-abu muda, celana coklat tua, dasi merah, lencana emas, topi pet hitam dengan logo Propam di sampingUpacara resmi, pelantikan, acara kenegaraan

Jadi, beda situasi, beda model—tapi satu identitas: seragam propam polri selalu “bisa dibaca” dari jarak 10 meter. Bahkan kalo lagi hujan dan warnanya agak luntur, lencana timbangannya masih keliatan kayak *QR code* moralitas.

seragam propam polri di lapangan: kapan mereka muncul, dan kenapa sering bikin jantung deg-degan?

Gak usah nonton sinetron *Anak Langit*, cukup jalan ke Mapolres pas jam istirahat—tiba-tiba ada dua orang pake seragam propam polri masuk pelan, senyum-senyum, bawa map coklat tebal. Langsung semua yang lagi megang HP *nge-lock* layar. Kenapa? Karena tugas utama Propam adalah *pengawasan melekat* (Waskat) dan *pengawasan umum* (Wasum). Artinya, mereka bisa muncul kapan aja: pas razia, pas olah TKP, bahkan pas lagi *live streaming* di TikTok. Data internal 2024 menyebut: 62% temuan pelanggaran ringan (misal: telat apel, seragam tidak rapi) ditemukan saat operasi mendadak Propam. Dan 87% personel mengaku *“lebih takut ketemu Propam daripada ketemu Kabag Ops pas laporan gagal”* — begitu hasil survei tak resmi di grup WhatsApp angkatan 2015.

seragam propam polri

seragam propam polri dan layanan DUMAS: ngadu ke Propam itu gratis, serius!

“DUMAS” bukan nama pedagang cilok di kompleks Mabes — itu singkatan dari *Pengaduan Masyarakat*. Dan ini adalah salah satu fungsi paling revolusioner dari seragam propam polri: jadi jembatan antara masyarakat dan keadilan internal. Kalo lo nemu polisi yang *“minta uang parkir di jalan tol”*, *“ngecek STNK tapi nggak kasih bukti”*, atau *“marah-marah di grup WhatsApp RT”* — DUMAS adalah pintunya. Cara aksesnya? Gampang banget:

  • 📱 Aplikasi *POLRI PRESISI* (pilih menu “Lapor Propam”)
  • 📞 Call Center 110 → tekan 2 → pilih “Pengaduan Etik”
  • ✉️ Surat langsung ke Divisi Propam Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3, Jakarta
  • 📠 Ya, masih ada yang kirim via fax — dan mereka tetap direspons dalam 72 jam.

Yang bikin haru? Semua laporan *anonim bisa diproses*, asal ada bukti minimal (waktu, lokasi, ciri fisik/seragam). Dan—ini yang jarang dikasih tau—seragam propam polri yang menerima laporan *wajib* memakai tanda pengenal khusus “Petugas DUMAS” di lengan kanan. Biar lo tau: ini bukan polisi biasa, ini *polisi dari polisi*.

seragam propam polri dan perbedaan mendasar dengan Provos: jangan samain, beda generasi, beda tugas!

Sekarang kita bahas mitos paling *nge-hype*: *“Propam itu kan Provos jaman now?”* — wrong, brother. Bedanya kayak beda antara *dokter umum* dan *psikiater forensik*. seragam propam polri mewakili fungsi *modern*, berbasis kode etik, HAM, dan sistem pengaduan partisipatif. Sementara Provos (kependekan dari *Provost*) adalah satuan pengawas internal di era Orde Baru—fokusnya pada *disiplin administratif & tata tertib*, bukan etika profesi.

Mana lebih kuat: Propam atau Provos dalam konteks seragam propam polri?

Provos sudah *dibubarkan struktur formalnya* sejak 2001, digantikan oleh Propam. Tapi jiwa Provos masih hidup di beberapa polres daerah, biasanya dalam bentuk “Tim Disiplin” yang kerjanya pake seragam biru + rompi kuning—bukan seragam propam polri. Jadi, kalo ada yang bilang, *“Itu Provos lagi razia absen”* — itu *slang lokal*, bukan istilah resmi. Yang resmi? Semua urusan disiplin & etika sekarang di bawah Propam, dan identitasnya ditandai oleh—yup—seragam propam polri yang khas itu.

seragam propam polri dan siapa yang memakainya: dari Bhayangkara sampe Irjen, apakah semua bisa?

Enggak. seragam propam polri *hanya* dikenakan oleh personel yang *sudah resmi ditempatkan di satuan Propam*, baik di tingkat Mabes, Polda, maupun Polres. Artinya, meski pangkatnya AKBP, kalo dia Kapolres, dia tetap pake seragam biru — *bukan* abu-abu Propam. Tapi kalo AKBP itu menjabat sebagai *Kabagwas* (Kepala Bagian Pengawasan) di Polda? Maka dia *wajib* pake seragam propam polri. Ini aturan ketat: jabatan menentukan seragam, bukan sebaliknya.

Bahkan untuk pelatihan, calon anggota Propam harus lulus *Pendidikan Pembentukan Propam* (Dikbangspes) selama 3 bulan di Sekolah Staff dan Pimpinan Polri (SESPIMPOL) — baru setelah lulus, boleh “mandi coklat” dan resmi kenakan seragam propam polri. Jadi, nggak gampang jadi “polisi dari polisi”—harus lewat saringan ketat, kayak ujian masuk kuliah kedokteran, tapi lebih sering push-up-nya.

seragam propam polri dan tren modifikasi liar: hati-hati, bisa kena Pasal 28 Perkap 18/2020!

Ada foto viral di medsos: polisi pake seragam coklat-abu-abu, tapi lencananya diganti jadi “SILENT BUT DEADLY”, rompinya bertuliskan “I ❤️ DUMAS”, dan di lengan ada stiker *“Warning: I Judge You”*. Lucu? Iya. Legal? Oh, no no no. Modifikasi seragam propam polri di luar aturan bisa kena sanksi administratif — dari teguran lisan sampe penundaan kenaikan pangkat. Bahkan, dalam kasus ekstrem, bisa dicopot dari satuan Propam dan dikembalikan ke kesatuan asal *tanpa seremoni*. Kenapa? Karena seragam propam polri itu simbol *integritas institusi*, bukan *brand pribadi*. Seperti kata Brigjen Pol Drs. Moch. Ngajib — Kadiv Propam 2023–2025:

“Seragam kami bukan kostum. Ini ikrar. Setiap jahitan, setiap benang, harus bicara satu hal: kepercayaan.”

So, kalo mau kreatif—salurkan ke puisi, stand-up comedy, atau bikin meme edukatif. Tapi jangan di seragam.

seragam propam polri dan mitos populer: mana yang bener, mana yang cuma “katanya”?

Kita akhiri dengan *myth-busting* ala warung kopi pinggir kali—biar gak salah paham kayak mantan pas putus.

  1. Mitos: “Propam cuma urus polisi yang korupsi.” Fakta: Propam urus *semua* pelanggaran: dari telat apel, rambut gondrong, pacaran sama tersangka, sampe *posting hoax* di medsos pribadi. seragam propam polri itu kayak *scanner* moral: nggak pandang besar-kecil, yang penting *nyalanya merah*.
  2. Mitos: “Kalo udah ketemu Propam, pasti dipecat.” Fakta: 79% kasus 2024 berakhir dengan sanksi ringan: teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, atau *bimbingan khusus*. Pemecatan cuma buat pelanggaran berat & berulang.
  3. Mitos: “Propam nggak bisa diadukan.” Fakta: Ada mekanisme *pengaduan balik* via Inspektorat Utama Polri — dan 12% laporan DUMAS justru menyangkut oknum Propam sendiri. Transparansi level: *nggak main-main*.

Nah, buat yang pengin tahu lebih jauh soal dunia kepolisian—dari seragam biru sampe biru muda — mampir aja ke Lawyer Muslim, atau selami lebih dalam di kategori Profesi. Dan kalo penasaran siapa aja yang berhak pake seragam biru standar, cek artikel lengkap kami: polisi seragam biru tugas dan wilayahnya.

FAQ seputar seragam propam polri

Apa bedanya propam sama provos?

Bedanya mendasar: Provos adalah satuan pengawas disiplin di era Orde Baru yang sudah dibubarkan, fokus pada tata tertib internal. Sementara Propam (Profesi dan Pengamanan) adalah satuan modern yang bertugas menjaga kode etik, HAM, dan akuntabilitas Polri — dan identitasnya ditandai oleh seragam propam polri berwarna abu-abu-coklat. Jadi, Propam bukan “Provos jaman now”, tapi evolusi institusional yang lebih luas cakupannya.

Propam itu bagian apa?

Propam adalah kependekan dari **Divisi Profesi dan Pengamanan**, salah satu unsur pelaksana utama di tubuh Polri yang berada langsung di bawah Kapolri. Tugas utamanya: mencegah & menindak pelanggaran disiplin, etika, dan hukum oleh anggota Polri — baik atas laporan masyarakat (DUMAS) maupun inisiatif internal. Dan ya, semua personelnya wajib mengenakan seragam propam polri saat bertugas resmi.

Siapa propam polri sekarang?

Sejak 2024, jabatan Kadiv Propam Polri diemban oleh **Irjen Pol Drs. Moch. Ngajib, S.H., M.H.** — mantan Karo Wasidik Baharkam yang dikenal tegas tapi humanis. Beliau memimpin lebih dari 4.300 personel Propam di seluruh Indonesia, yang semuanya mengenakan seragam propam polri sesuai standar nasional. Info resmi bisa dicek via akun @DivisiPropamPolri di Instagram.

Layanan dumas propam polri untuk apa?

DUMAS (Pengaduan Masyarakat) adalah layanan resmi Propam untuk menerima laporan dari publik terkait dugaan pelanggaran oleh anggota Polri — baik disiplin, etika, maupun hukum. Tujuannya: membangun *police accountability* yang partisipatif. Laporan bisa anonim, diproses maksimal 21 hari kerja, dan pelapor bisa lacak status via SMS. Semua petugas DUMAS wajib mengenakan seragam propam polri + lencana khusus “Petugas DUMAS” agar mudah dikenali dan dipercaya.


References

  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/178221/peraturan-kapolri-nomor-18-tahun-2020
  • https://propam.polri.go.id/profil-divisi-propam
  • https://jdih.polri.go.id/regulasi/detail/2109/peraturan-kapolri-no-3-tahun-2023-ttg-pengawasan
  • https://bpsdm.polri.go.id/berita/2024/04/12/pendidikan-pembentukan-propam-gelombang-i-resmi-dibuka
2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.