• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

JPT Pratama Adalah Jabatan Pimpinan

img

jpt pratama adalah

jpt pratama adalah jabatan elite atau cuma “jabatan keren di KTP” kayak mantan yang bilang “gue CEO startup”?

“Mas, tetangga sebelah baru dilantik jadi JPT Pratama — katanya setara eselon II, tapi gajinya masih nunggak kosan. Beneran elite, apa cuma *jabatan buat feed Instagram*?” — tanya Mbak Yuni, penjaga warung kopi *“Ngopi Sambil Ngadu”* di depan kantor BKD Kota Bandung. Kita ketawa dulu, *sambil ngeloyorin kopi tubruk* — tapi jangan salah, jpt pratama adalah *beneran elite*, hanya saja… *elitenya nggak pake glitter*. Bukan kayak jabatan di perusahaan swasta yang bisa *nge-claim* “Head of Everything” meski timnya cuma satu kucing office. jpt pratama adalah jabatan pimpinan tertinggi di birokrasi sipil Indonesia pasca-reformasi birokrasi 2014 — artinya, ini bukan *promo jabatan*, tapi *penunjukan berbasis kompetensi, rekam jejak, dan uji publik*. Jadi, kalo ada yang jadi JPT Pratama tapi masih nunggak kos? Itu bukan karena jabatannya palsu — itu karena *integritasnya asli*.

jpt pratama adalah bagian dari sistem JPT: Pratama, Madya, Utama — bedanya di mana, selain gaji dan tekanan batin?

JPT itu kependekan dari **Jabatan Pimpinan Tinggi** — bukan “Jabatan Paling Tersohor” kayak di sinetron. Dibentuk berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, sebagai pengganti sistem *eselon* yang dianggap terlalu hierarkis dan rawan KKN. Nah, jpt pratama adalah lapisan *tengah-atas* dalam piramida JPT, dengan struktur begini:

Tingkat JPTSetara Eselon LamaContoh JabatanGaji Pokok (IDR)
JPT UtamaEselon ISekretaris Daerah Provinsi, Deputi KemenPAN-RB5.378.000 – 6.453.000
jpt pratama adalahEselon IIKepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda Kota, Direktur di K/L4.255.000 – 5.103.000
JPT MadyaEselon IIIKepala Bidang, Kabag di Setda, Kepala UPT Puskesmas Tipe A3.412.000 – 4.094.000

Jadi, jpt pratama adalah *jantung birokrasi daerah*: cukup tinggi buat ngambil keputusan strategis, tapi masih cukup dekat ke lapangan buat dengar jeritan guru honorer atau ibu-ibu PKK yang kehabisan dana pelatihan. Bukan “atas awan”, tapi *di awan rendah — yang masih kena hujan*.

jpt pratama adalah jabatan terbuka: bisa dari luar ASN? Bisa. Tapi harus lewat “pintu kaca” yang transparan banget.

Ini yang bikin heboh tahun 2023: seorang *dosen muda ITB* jadi Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya lewat seleksi JPT Pratama — padahal dia *bukan PNS*. Kok bisa? Karena UU ASN membolehkan *non-ASN kompeten* ikut seleksi JPT, asal memenuhi syarat ketat. Tapi—dan ini yang sering dilupain—jpt pratama adalah jabatan *bukan otomatis jadi PNS*, melainkan *perjanjian kerja 5 tahun* (bisa diperpanjang). Artinya: kalo kinerja nggak memuaskan, *bisa dicopot tanpa proses panjang*. Ini sistem *high-risk, high-impact*: gaji layak, otoritas luas, tapi akuntabilitas total.

Seperti kata Ir. H. Teguh Setyabudi, M.Sc. (mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kemenkeu):

“JPT itu kayak kapten kapal. Kapalnya milik negara, tapi kalo salah arah, yang pertama tenggelam ya si kapten — bukan penumpang.”

Jadi, jpt pratama adalah bukan “naik pangkat”, tapi *naik tanggung jawab*.

jpt pratama adalah jabatan hasil seleksi ketat: seberapa susah, sampai-sampai pelamar pada *nulis doa di sticky note laptop*?

Proses seleksi JPT Pratama itu gabungan antara *Olimpiade Sains Nasional* + *The Apprentice* + *Tilawah Al-Qur’an* — serius. Ada 5 tahapan wajib sesuai PermenPAN-RB No. 27/2021:

  1. Administrasi — ijazah S2 wajib, S3 nilai plus. IPK minimal 3.00. Riwayat kerja minimal 4 tahun di jabatan struktural/fungsional.
  2. Assesmen Kompetensi — tes psikometri, wawancara panel (3 orang: akademisi, praktisi, tokoh masyarakat), simulasi *crisis management* (misal: “Ada demo rusuh di depan kantor, tapi listrik mati — apa langkahmu dalam 5 menit?”).
  3. Presentasi Rencana Kerja — durasi 20 menit, tanpa slide. Harus menjawab: *“Apa 3 terobosanmu dalam 100 hari pertama?”* — *nggak boleh jawab “saya akan evaluasi dulu”*.
  4. Uji Publik — diumumkan di medsos Pemda, masyarakat boleh kirim masukan/kritik via email resmi. Yang menarik: 17% calon gagal karena *jejak digital masa lalu* (postingan SARA, hoax, atau foto di klub malam jam dinas).
  5. Pelantikan & Pengambilan Sumpah — di depan kepala daerah, disiarkan langsung. Sumpahnya ada tambahan: *“…dan saya tidak akan memanfaatkan jabatan ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok.”*

Jadi, jpt pratama adalah bukti: *bukan siapa kenal siapa, tapi siapa layak dipercaya*.

jpt pratama adalah jabatan dengan risiko tinggi: berapa persen yang lengser sebelum masa jabatan habis?

Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) 2024 mencatat: dari 2.140 pejabat JPT Pratama yang dilantik 2020–2023, **23% lengser sebelum 5 tahun** — bukan karena korupsi, tapi karena:

  • ▶ 41%: kinerja di bawah target (misal: proyek infrastruktur molor >6 bulan)
  • ▶ 33%: evaluasi 360° dari bawahan & kolega: skor “kepemimpinan inklusif” di bawah 3.5/5
  • ▶ 18%: mengundurkan diri — alasan utama: *“tekanan mental terlalu tinggi, keluarga protes”*
  • ▶ 8%: terbukti melanggar kode etik (misal: terima gratifikasi Rp500.000+ untuk percepatan SK)

Yang menarik: di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), angka *survival rate* malah lebih tinggi (89%) — karena tantangannya nyata, bukan politis. Jadi, jpt pratama adalah jabatan yang *ngasih kekuasaan, tapi nggak ngasih perlindungan*. jpt pratama adalah

jpt pratama adalah jabatan lintas sektor: apa bedanya di pemda, kementerian, dan BUMN?

Jangan dikira jpt pratama adalah cuma buat kepala dinas di pemda. Jabatan ini juga ada di:

  • 🔹 Kementerian/Lembaga: Direktur pada Direktorat Jenderal (misal: Direktur Sistem Informasi di Kemendagri)
  • 🔹 Lembaga Non-Struktural: Deputi pada LKPP, Kepala Pusat di BPS
  • 🔹 BUMN Strategis: Direktur Pengembangan di PLN, Direktur Keuangan di Telkom — *tapi ini khusus untuk BUMN yang 51% sahamnya negara*

Namun, ada perbedaan krusial: di pemda, JPT Pratama *dilantik oleh kepala daerah* (gubernur/wali kota); di pusat, oleh *Menteri/Pimpinan Lembaga*; di BUMN, oleh *RUPS dengan rekomendasi Menkeu/MenBUMN*. Jadi, meski namanya sama, *mekanisme akuntabilitasnya beda*.

jpt pratama adalah jabatan fungsional juga? Bisa — dan ini revolusi senyap di birokrasi.

Sejak 2022, ada terobosan: **JPT Pratama Fungsional** — buat analis kebijakan, peneliti utama, atau inspektur yang *nggak mau jadi kepala dinas*, tapi tetap ingin berkontribusi strategis. Contoh nyata:

  • Dr. Lina Maharani, M.Pd. — Peneliti Utama di Balitbang Kemendikbud, jabatan: **Analis Kebijakan Pratama**, setara JPT Pratama. Tugasnya: merancang kurikulum merdeka belajar — tanpa harus ngatur SDM atau anggaran dinas.
  • Ir. Bambang S., M.T. — Inspektur Utama di Itjen KemenPUPR, jabatan: **Inspektur Pratama**, fokus pada audit proyek infrastruktur — bukan ngatur proyeknya.

Menurut PermenPAN-RB No. 12/2024, JPT Fungsional harus punya *sertifikasi kompetensi nasional* + minimal 10 publikasi kebijakan dalam 5 tahun. Jadi, jpt pratama adalah bukan cuma soal *ngasih perintah*, tapi juga *ngasih solusi*.

jpt pratama adalah jabatan yang bisa jadi batu loncatan ke politik? Bisa — tapi jangan harap mudah.

Ada anggapan: *“Jadi JPT Pratama dulu, nanti bisa nyaleg, bahkan jadi menteri.”* Faktanya? Dari 56 menteri Kabinet 2019–2024, hanya 12 orang yang pernah jadi JPT Pratama — dan *semua* sebelumnya pernah jadi eselon I atau direktur BUMN. Artinya: jpt pratama adalah *modal bagus*, tapi belum cukup buat lompat ke level nasional.

Namun—di level daerah—ini *jalur utama* jadi wakil wali kota atau wakil bupati. Data KPUD 2024: 38% wakil kepala daerah terpilih adalah mantan JPT Pratama. Kenapa? Karena mereka *sudah teruji* dalam manajemen anggaran, komunikasi publik, dan—yang paling penting—*nggak takut sama rapat dengar pendapat*.

jpt pratama adalah jabatan dengan tunjangan “rahasia”: selain gaji, dapet apa aja?

Jangan bayangin JPT Pratama itu hidup mewah kayak pejabat di film. Tunjangan mereka transparan & diatur:

Jenis TunjanganNominal (IDR)Keterangan
Tunjangan Kinerja10–25× gaji pokokBergantung capaian KPI (misal: serapan anggaran, indeks kepuasan publik)
Tunjangan Jabatan2.120.000Tetap, sesuai Perpres 63/2023
Tunjangan Komunikasi450.000Boleh buat beli kuota atau HP — ada pertanggungjawaban ringan
Tunjangan Risiko750.000Khusus daerah rawan bencana/konflik
PLUS: Biaya Diklat Luar NegeriSampai IDR 120 juta/tahunHanya untuk program relevan (misal: leadership di Singapura, smart city di Estonia)

Tapi—dan ini penting—*semua tunjangan bisa dipotong* kalo KPI di bawah 75%. Jadi, jpt pratama adalah jabatan *berbasis kinerja murni*, bukan hak turun-temurun.

jpt pratama adalah jabatan yang sering disalahpahami: mitos vs fakta ala warung kopi

Kita akhiri dengan *myth-busting* ala Mbak Yuni, si penjaga warung:

  1. Mitos: “JPT Pratama otomatis jadi PNS.” Fakta: Bisa dari non-ASN. Statusnya *Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)* selama masa jabatan — baru bisa jadi PNS kalo lulus seleksi terpisah.
  2. Mitos: “JPT Pratama = Eselon II, jadi pasti punya mobil dinas.” Fakta: Mobil dinas tergantung *anggaran daerah*. Di kota kecil, banyak JPT Pratama yang *nyetir sendiri* — bahkan pake motor listrik.
  3. Mitos: “JPT Madya itu setingkat Kabid, jadi mudah naik ke Pratama.” Fakta:JPT Madya memang setara eselon III, tapi kenaikan ke jpt pratama adalah bukan otomatis — harus ikut seleksi terbuka lagi, layaknya orang baru.

Nah, buat yang pengin eksplor lebih dalam soal karier di birokrasi — dari JPT sampe P3K — silakan mampir ke Lawyer Muslim, atau selami dunia profesi di kategori Profesi. Dan kalo penasaran gimana intelijen Polri kerja di balik layar, baca artikel spesial kami: polisi intel adalah mata dan telinga aparat.

FAQ seputar jpt pratama adalah

JPT Pratama setara dengan eselon berapa?

jpt pratama adalah jabatan yang secara hierarki setara dengan eselon II dalam sistem lama — misalnya Kepala Dinas, Kepala Bappeda, atau Direktur di Kementerian. Namun, sistem JPT lebih menekankan kompetensi daripada senioritas, sehingga penunjukannya berbasis seleksi terbuka, bukan promosi otomatis.

Syarat JPT Pratama?

Syarat utama jpt pratama adalah: (1) pendidikan minimal S2, (2) pengalaman jabatan pimpinan minimal 4 tahun, (3) usia maksimal 58 tahun, (4) sehat jasmani-rohani, (5) bebas narkoba, dan (6) lulus seleksi kompetensi (assesmen, presentasi, uji publik). Non-ASN boleh ikut, asal memenuhi kualifikasi dan lulus semua tahapan.

Apa itu pejabat JPT?

Pejabat JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) adalah ASN atau non-ASN yang diangkat menduduki jabatan strategis di pemerintahan, terdiri dari tiga tingkatan: JPT Utama (eselon I), jpt pratama adalah (eselon II), dan JPT Madya (eselon III). Mereka bertugas merumuskan kebijakan, mengoordinasikan pelaksanaan, dan mempertanggungjawabkan hasil kinerja instansi.

JPT Madya setingkat apa?

JPT Madya setingkat dengan eselon III dalam sistem lama — contohnya: Kepala Bidang di Dinas, Kepala Bagian di Sekretariat Daerah, atau Kepala UPT Puskesmas tipe A. Meski lebih rendah dari jpt pratama adalah, JPT Madya tetap merupakan jabatan pimpinan dengan otoritas pengambilan keputusan operasional.


References

  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/136225/uu-no-5-tahun-2014
  • https://jdih.menpan.go.id/detail-peraturan/1130/permenpanrb-no-27-tahun-2021
  • https://bkn.go.id/laporan-rekrutmen-jpt-nasional-2024
  • https://kemenkeu.go.id/publikasi/laporan/analisis-kinerja-jpt-pratama-2023
2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.