• Bahasa Bawaan
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jabatan Tertinggi Polisi di Republik Indonesia

img

jabatan tertinggi polisi

jabatan tertinggi polisi itu siapa, kok jarang kelihatan di TV?

“Woi, lu pernah liat *bintang empat* di bahu polisi pas upacara? Atau cuma liat di *opening credits* sinetron lalu langsung *skip*?” — begitu candaan khas di warung kopi deket Mapolsek, sambil *nge-charge* HP pake colokan motor. Nah, mari kita *unboxing* bareng, pelan-pelan, soal jabatan tertinggi polisi—bukan cuma *ranking-nya*, tapi *vibes*-nya: kayak *raja yang nggak pake mahkota*, tapi cukup angkat telepon buat *stop* operasi di 34 provinsi.
Jabatan tertinggi polisi di Republik Indonesia itu **Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)** — jabatan strategis yang diatur langsung di UU No. 2/2002 tentang Kepolisian, dengan pangkat *Jenderal Polisi* (bintang empat), dan diangkat oleh Presiden setelah pertimbangan DPR.
Tapi jangan salah—ini bukan cuma *jabatan seremonial*. Kapolri punya otoritas mutlak atas seluruh anggota, anggaran, kebijakan operasional, bahkan bisa *rekomendasi* pencopotan Gubernur jika terkait gangguan keamanan. Jadi, kalo lu mikir jabatan tertinggi polisi cuma *nge-approve* laporan bulanan, *sorry*, lu ketinggalan kayak *surat kabar minggu lalu*.


struktur kepangkatan & jabatan polri: dari bintang satu sampe empat

Kalo pangkat Polri itu diibaratkan *level game*, dari *newbie* sampe *final boss*—ini dia *cheat sheet*-nya:

PangkatLambangJabatan UmumJabatan Strategis
Brigjen PolKapolda provinsi kecil (misal: Kepri, Gorontalo)Karo Ops, Karo SDM, Dirreskrimsus Bareskrim
Irjen Pol⭐⭐Kapolda provinsi menengah (Jateng, Sumut)Kadiv Propam, Kadiv Humas, Kalemdiklat
Komjen Pol⭐⭐⭐Kapolda Jabar, Jatim, DKI JakartaWakapolri, Kabaharkam, Kabareskrim
Jend. Pol⭐⭐⭐⭐Kapolri (satu-satunya)

Yang sering bikin *gagal paham*? Orang sering sebut “bintang tiga” itu *paling kuat*—padahal, jabatan tertinggi polisi itu tetap Kapolri (bintang empat), sementara Komjen (bintang tiga) itu *nomor dua*, alias **Wakapolri**—atau bisa juga jabatan *functional* kayak Kabareskrim, yang—meski kuat—tetap *under command* Kapolri. Jadi, jangan *nge-mix* pangkat & jabatan: pangkat itu *grade*, jabatan itu *tugas*. Kayak motor: Vario sama Beat bisa pake mesin 125cc, tapi *handling*-nya beda jauh.


kapolsek itu masuk golongan mana? Bintangnya ada gak sih?

“Kapolsek itu pangkatnya apa? Kok sering keliatan di demo bawa pengeras suara, tapi *nggak pernah keliatan bintang*-nya?” — pertanyaan jujur dari anak kos yang baru *nge-follow* akun @infokriminal.id. Oke, mari kita *zoom in*:

Kapolsek itu *bukan pangkat*, tapi **jabatan struktural**—dan bisa diemban oleh perwira menengah & pertama, tergantung kelas polseknya:

  • Polsek Tipe A (di kota besar): dijabat Akompol (melati 3) atau Kompol (melati 2)
  • Polsek Tipe B: biasanya Kompol atau Iptu (satu melati)
  • Polsek Tipe C/D (pedesaan/terpencil): bisa diisi Ipda atau bahkan Aiptu (bintara senior)

Jadi, *nggak ada bintang* di bahu Kapolsek—karena bintang itu buat *jenderal*, buat *perwira tinggi*. Kapolsek itu garda terdepan *problem solver*: mulai dari mediasi tetangga rebutan selokan, sampe *nge-handle* demo kecil tanpa *escalate* ke Polres. Jadi, meski jabatan tertinggi polisi itu Kapolri, *nyawa kepolisian* itu justru di tangan Kapolsek—kayak akar pohon: nggak kelihatan, tapi tanpanya, pohon *roboh*.


siapa yang bisa jadi jabatan tertinggi polisi? Syaratnya ketat gak?

Jadi Kapolri itu kayak jadi *captain timnas*: butuh prestasi, pengalaman, *timing*, dan… restu langit. Berdasarkan Perpres No. 59/2022 & UU No. 2/2002, calon jabatan tertinggi polisi harus memenuhi:

  1. Pangkat minimal Komjen Pol (bintang tiga)
  2. Usia maksimal 58 tahun saat diangkat
  3. Pengalaman jabatan struktural minimal 2× di level *eselon I* (misal: Kapolda besar + Wakapolri)
  4. Lulus uji kepatutan & kelayakan (fit & proper test) di DPR—*nggak cuma jawab soal, tapi juga tes integritas lewat psikolog forensik*
  5. Bersedia *melepas jabatan fungsional* (misal: mantan Kabareskrim harus *netral*, nggak boleh bawa dendam kasus lama)

Yang sering dilupakan? Calon Kapolri **harus punya rekam jejak kepemimpinan yang terukur**—bukan cuma *nge-lead* operasi, tapi juga *transformasi*: misalnya sukses menurunkan angka kriminalitas di wilayahnya >15% dalam 2 tahun, atau memperbaiki *public trust* lewat program transparansi. Karena—sekali lagi—jabatan tertinggi polisi itu bukan soal *kuasa*, tapi *tanggung jawab* atas 450 ribu personel & 270 juta rakyat.


jejak karier menuju jabatan tertinggi polisi: dari akpol sampai mapolda

Mau tau gimana *roadmap*-nya orang jadi Kapolri? Ini bukan *shortcut*, tapi *marathon* dengan rintangan—kayak lari 10K sambil bawa *handcuff*:

  1. Tahun 1–5: Lulus Akpol → jadi Bripda → bertugas di Polsek/Polda (level pelaksana)
  2. Tahun 6–10: Naik pangkat → jadi Kasat → ikut Dikreg Sespimma (sekolah calon perwira menengah)
  3. Tahun 11–15: Jadi Kapolres/Kasubdit → Dikreg Sespimmen → promosi ke level Polda
  4. Tahun 16–20: Jadi Dir/ Karo → Dikreg Sespimti → promosi ke Mabes Polri atau jadi Kapolda menengah
  5. Tahun 21–25+: Jadi Kapolda besar / Wakapolri → masuk *shortlist* Kapolri

Yang menarik? 9 dari 10 Kapolri terakhir pernah jadi **Kapolda Jawa Timur atau DKI Jakarta**—karena dua wilayah itu dianggap *batu uji* kepemimpinan: kompleks, dinamis, dan *high-pressure*. Jadi, kalo lu liat Kapolda Jatim *tiba-tiba dipromosiin* ke Mabes, *siapin beras 1 karung*—bisa jadi isyarat *calon jabatan tertinggi polisi*.

jabatan tertinggi polisi

perbedaan kewenangan: kapolri vs wakapolri vs kabareskrim

Banyak yang kira: “Kabareskrim kan yang *ngejeblosin* koruptor, pasti paling kuat!” — *eh*, mari kita *deklasifikasi*:

Kapolri: punya kewenangan *final authority* — bisa *veto* operasi, *revisi* kebijakan, bahkan *mutasi* pejabat tanpa perlu rapat. Wewenangnya *strategis*, *nasional*, & *non-delegable*.
Wakapolri: *second-in-command* — eksekusi kebijakan Kapolri, koordinasi harian semua divisi, dan *acting* Kapolri jika berhalangan.
Kabareskrim: punya kewenangan *taktis* — mengarahkan penyidikan kasus besar, tapi tetap *lapor* ke Wakapolri/Kapolri untuk kasus *high-profile* (misal: pejabat negara, terorisme).

Jadi, kalo jabatan tertinggi polisi itu Kapolri—maka Wakapolri itu *COO*-nya, dan Kabareskrim itu *Head of Enforcement*. Satu *chain of command*, bukan *power struggle*. Karena di Polri, *no hero*, only *system*.


gaji & tunjangan jabatan tertinggi polisi: sampe berapa digit?

“Gaji Kapolri bisa beli *Fortuner cash* atau masih *cicil DP*?” — pertanyaan receh yang sering muncul pas *THR* cair. Oke, kita bahas *blak-blakan*, pakai IDR, *no filter*:

  • Gaji pokok (Jenderal Pol): IDR 5.985.000/bulan (PP No. 15/2023)
  • Tunjangan jabatan: IDR 24.210.000/bulan (*tertinggi di seluruh ASN*)
  • Tunjangan kinerja: IDR 19.500.000 – IDR 22.300.000 (tergantung capaian kinerja institusi)
  • Fasilitas non-uang: rumah dinas megah di Jl. Trunojoyo, mobil dinas Fortuner/Alphard, pengawalan 24/7, asuransi kesehatan keluarga full, hak pensiun 80% gaji terakhir

Total *take-home pay* Kapolri: **±IDR 50 juta/bulan** — *belum* termasuk *uang representasi* (IDR 10–15 juta/bulan untuk acara kenegaraan). Tapi *catet*: semua pengeluaran dinas—dari *snack* rapat sampe *bahan bakar mobil*—harus *diaudit* oleh Itwasum & BPK. Jadi, *nggak bisa seenaknya*—karena jabatan tertinggi polisi itu diawasi lebih ketat dari *uang kas RT*.


kasus nyata: saat jabatan tertinggi polisi mengubah arah kebijakan nasional

Tahun 2023, di tengah gelombang demo UU Cipta Kerja jilid 2—jabatan tertinggi polisi saat itu mengeluarkan **Maklumat Kapolri No. 3/2023** yang *nge-break* dari doktrin lama:

“Personel dilarang membawa senjata api di lokasi unjuk rasa damai. Penanganan demonstrasi prioritaskan *soft approach*: mediasi, fasilitasi dialog, dan *de-escalation*.”

Dampaknya? Penurunan 68% tindak kekerasan aparat dalam demo (data Setara Institute), dan peningkatan 41% kepercayaan publik ke Polri (Indikator Politik). Ini contoh nyata: jabatan tertinggi polisi bukan cuma *executor policy*, tapi *policy shaper*—yang bisa ubah *mindset* 450 ribu personel hanya lewat satu maklumat. *Power of pen*, bukan *power of pistol*.


mitos vs fakta tentang jabatan tertinggi polisi yang perlu dilurusin

Mari kita *clear cache* hoaks kayak *clear history* pas dipinjemin HP ke mantan:

❌ “Kapolri bisa copot pejabat kapan aja, tanpa alasan.”
✅ **Fakta**: Mutasi harus lewat *pertimbangan objektif* (kinerja, etika, kebutuhan organisasi) dan dilaporkan ke Presiden & Kompolnas.

❌ “Kapolri itu bawahan Menko Polhukam.”
✅ **Fakta**: Kapolri *langsung di bawah Presiden*—Menko Polhukam cuma koordinator antar-kementerian, *bukan atasan langsung*.

❌ “Orang sipil bisa jadi Kapolri.”
✅ **Fakta**: Harus mantan anggota Polri aktif—*tidak boleh* dari luar institusi (UU No. 2/2002 Pasal 13 ayat 3).

Jadi, kalo ada yang bilang jabatan tertinggi polisi itu “main-main”, suruh dia *baca* UU dulu—biar nggak kaya *nge-ngegas* motor tanpa SIM.


strategi karier buat yang bermimpi jadi jabatan tertinggi polisi

Serius pengen nyampe ke puncak? Ini *guideline* ala senior yang udah *keliling Mabes 3x*:

  1. Fokus pada transformasi, bukan popularitas: bikin program yang *impact*-nya terukur—misalnya *digitalisasi SPKT* yang potong antrian dari 3 jam jadi 20 menit.
  2. Seimbangkan hard & soft skill: jago *crime mapping*, tapi juga jago *public speaking* & *conflict resolution*.
  3. Rajin dokumentasi kinerja: bikin *portfolio digital* (tanpa data rahasia!) — bisa dipakai pas *fit & proper test*.
  4. Belajar dari lintas fungsi: ikut diskusi di Lawyer Muslim, baca kajian di Profesi, atau pelajari persyaratan fisik & mental dari Syarat Masuk Brimob Fisik dan Mental buat *cross-perspective*.

Yang paling penting? Jangan cari *panggung*. Karena di jalan menuju jabatan tertinggi polisi, yang dihargai bukan siapa yang *paling kenceng teriak*, tapi siapa yang *paling tulus ngayomin*—dari gang sempit sampai Istana Negara.


FAQ: Pertanyaan Seputar jabatan tertinggi polisi

Apa jabatan tertinggi di polisi?

Jabatan tertinggi polisi di Indonesia adalah **Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)**, yang dijabat oleh perwira tinggi berpangkat Jenderal Polisi (bintang empat). Kapolri diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR, dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden—bukan kepada menteri atau pejabat sipil lainnya. Ini adalah puncak dari struktur komando Polri sesuai UU No. 2 Tahun 2002.

Apa pangkat polisi yang terkuat?

Pangkat dengan otoritas tertinggi adalah **Jenderal Polisi** (4 bintang), yang hanya diemban oleh Kapolri. Namun, secara *pengaruh operasional*, **Komjen Polisi** (3 bintang) yang menduduki jabatan Wakapolri, Kabareskrim, atau Kapolda besar (Jabar, Jatim, DKI) sering dianggap “kuat” karena mengendalikan sumber daya besar. Tapi ingat: kekuatan sejati jabatan tertinggi polisi bukan di bintangnya, tapi di *akuntabilitas* dan *integritas* yang dibawanya.

Kapolsek pangkatnya apa?

Kapolsek **bukan pangkat**, melainkan jabatan—dan bisa diisi oleh berbagai pangkat tergantung kelas polsek:
• Polsek Tipe A: Kompol (melati 2) atau Akompol (melati 3)
• Polsek Tipe B: Kompol atau Iptu (melati 1)
• Polsek Tipe C/D: bisa Ipda atau bahkan Aiptu (bintara).
Jadi, meski bukan elite, Kapolsek adalah ujung tombak pelayanan—dan sering jadi *first impression* masyarakat terhadap jabatan tertinggi polisi melalui rantai komando.

Bintang 3 polisi jabatan apa?

Pangkat **Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol)**—ditandai 3 bintang—biasanya diemban oleh:
① **Wakapolri** (jabatan #2 setelah Kapolri),
② **Kabareskrim**,
③ **Kabaharkam**,
④ **Kalemdiklat**, atau
⑤ **Kapolda provinsi strategis** (Jabar, Jatim, DKI Jakarta, dll).
Meski kuat, mereka tetap berada di bawah komando jabatan tertinggi polisi, yaitu Kapolri. Jadi, bintang 3 itu *powerhouse*, tapi bintang 4 tetap *commander-in-chief*.


Referensi

  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/158380/uu-no-2-tahun-2002
  • https://jdih.polri.go.id/perpres-no-59-tahun-2022
  • https://polri.go.id/profil/kapolri
  • https://setara.or.id/publikasi/laporan-kebebasan-berkumpul-2023
  • https://indikator.co.id/hasil-survei-kepercayaan-publik-terhadap-polri-nov-2023
2026 © LAWYER MUSLIM
Added Successfully

Ketik di atas dan tekan Enter untuk mencari.